DPRD DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk mengawal relokasi warga yang terdampak pembangunan Flyover (FO) Latumeten di Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Hardiyanto Kenneth, anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, menyatakan bahwa Pemprov DKI telah menyiapkan skema relokasi agar warga tidak ditinggalkan tanpa kepastian.
Sebanyak 17 rumah akan terdampak pelebaran jalan terkait proyek flyover ini. Kenneth meminta kelurahan dan kecamatan segera menerbitkan rekomendasi administrasi dan melakukan pendataan warga melalui RT dan RW untuk memastikan relokasi berjalan tertib dan tidak menimbulkan konflik.
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Jakarta diminta menyiapkan unit rusun bagi warga terdampak, sehingga mereka memperoleh hunian layak dan aman. Flyover Latumeten, yang mulai dibangun Agustus 2025, dirancang sepanjang 380 meter dan akan dilengkapi halte Transjakarta di atasnya untuk meningkatkan integrasi transportasi publik.
Proyek Flyover Latumeten tetap dilaksanakan dengan perhatian pada kesejahteraan warga terdampak. Relokasi ke rusun disiapkan secara sistematis untuk memastikan warga memperoleh hunian layak, sementara flyover juga mendukung mobilitas publik dengan hadirnya halte Transjakarta di atas struktur jalan layang.