Ketua Tim Pemenangan Ridwan Kamil-Suswono, Ahmad Riza Patria, mengumumkan sayembara dengan imbalan Rp 10 juta bagi siapa saja yang dapat mengungkap bukti kecurangan dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dugaan adanya praktik curang yang mencederai proses demokrasi.
Dalam konferensi pers di Markas Pemenangan, Kantor DPD Golkar, Menteng, Jakarta, Kamis (28/11), Riza mengimbau seluruh jajaran partai, relawan, dan organisasi masyarakat untuk aktif mengumpulkan bukti.
“Kami meminta agar semua bukti kecurangan, baik berupa foto maupun video, terkait sembako dan politik uang, dapat dikumpulkan,” ujar Riza.
Riza menegaskan bahwa pihaknya telah mengumumkan sayembara dengan imbalan Rp 10 juta bagi siapa saja yang dapat membuktikan adanya kecurangan, terutama terkait politik uang dan distribusi sembako selama masa tenang atau menjelang hari pencoblosan.
“Kami ingin memastikan bahwa proses pemilihan berjalan dengan jujur dan adil,” tambahnya.
Tim pemenangan Ridwan Kamil-Suswono mengklaim telah menemukan indikasi kecurangan di beberapa daerah, termasuk di Kepulauan Seribu.
“Kami menemukan adanya sembako dari pasangan calon nomor 03 yang siap untuk didistribusikan,” ungkap Riza.
Riza mengajak masyarakat untuk melaporkan setiap temuan kecurangan kepada Sentra Gakkumdu, yang terdiri dari Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan.
“Kami meminta masyarakat untuk mendokumentasikan setiap kecurangan yang terjadi dan melaporkannya. Kami siap memberikan imbalan Rp 10 juta bagi yang melaporkan,” tegasnya.
Langkah ini menunjukkan komitmen Ridwan Kamil-Suswono untuk menjaga integritas pemilu dan memastikan bahwa suara rakyat dihargai. Dengan adanya sayembara ini, diharapkan masyarakat lebih waspada dan berperan aktif dalam mengawasi jalannya pemilihan gubernur.