Jakarta — Seorang petugas keamanan bernama Anam mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai satpam dengan karya ilmiah terbanyak. Penghargaan tersebut diberikan pada 30 Januari 2026, setelah Anam dinilai berhasil menerbitkan 13 karya ilmiah di jurnal nasional dan internasional, serta menulis delapan buku.
Prestasi ini terasa istimewa mengingat Anam sehari-hari bekerja sebagai satuan pengamanan (satpam). Di balik seragam kerjanya, Anam dikenal memiliki semangat belajar yang tinggi. Hingga kini, ia telah mengantongi tiga gelar akademik, yakni dua gelar sarjana dan satu gelar magister.
Anam menempuh pendidikan S1 Manajemen di Universitas Pamulang melalui kelas karyawan. Tak berhenti di situ, ia melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister (S2) dengan biaya mandiri, yang diperoleh dari hasil kerjanya sebagai satpam. Seluruh proses pendidikan tersebut dijalani tanpa meninggalkan kewajiban utamanya sebagai petugas keamanan.
Perjalanan hidup Anam penuh perjuangan. Ia merantau dari Tanggamus, Lampung, ke Jakarta pada 2018 hanya dengan modal Rp1 juta. Di tahun yang sama, Anam sempat mengalami masa kritis hingga koma akibat gangguan kesehatan. Pengalaman tersebut menjadi titik balik dalam hidupnya dan ia menyebutnya sebagai “kehidupan kedua” yang mendorongnya untuk lebih bermanfaat dan serius menata masa depan.
Kebiasaan menulis Anam bermula dari aktivitas sederhana saat bertugas. Ia terbiasa mengisi buku mutasi satpam, yang kemudian berkembang menjadi kegemaran menulis. Waktu luang saat berjaga malam ia manfaatkan untuk menyusun karya ilmiah dan buku, yang kelak membawanya pada pencapaian nasional.
Melalui prestasinya, Anam ingin membuktikan bahwa profesi tidak menjadi batasan untuk berpendidikan tinggi dan berkarya. Ia berharap pencapaiannya dapat menjadi motivasi bagi sesama satpam dan masyarakat luas bahwa masa depan dapat diubah melalui kerja keras, disiplin, dan literasi.