Jakarta Barat — Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat menemukan kendala akses bagi armada pemadam kebakaran berkapasitas besar saat melakukan uji coba jalur pemadaman di wilayah Palmerah. Dalam uji coba tersebut, mobil pemadam berkapasitas 10.000 liter dilaporkan tidak dapat melintasi Jalan Banjir Kanal Barat, Jatipulo.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa akses jalan terhambat oleh deretan bangunan semi permanen berupa warung-warung yang berdiri di sepanjang sisi jalan. Keberadaan bangunan tersebut mempersempit ruang gerak kendaraan besar, sehingga armada pemadam berukuran besar tidak dapat masuk ke jalur tersebut. Sementara itu, mobil pemadam dengan kapasitas lebih kecil, yakni 2.500 liter dan 4.000 liter, masih dapat melintas meskipun tetap menghadapi sejumlah kendala.
Uji coba akses ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemetaan titik-titik rawan kebakaran, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk. Melalui kegiatan tersebut, Gulkarmat Jakarta Barat berupaya memastikan kesiapan dan kecepatan respons armada pemadam kebakaran apabila terjadi kondisi darurat.
Menyikapi keterbatasan akses bagi kendaraan besar, pihak Gulkarmat menyiapkan strategi alternatif dengan memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. Langkah ini meliputi penyuluhan pencegahan kebakaran kepada warga, serta penyediaan sarana pendukung seperti alat pemadam api ringan (APAR), pompa portabel, dan hidran mandiri di lingkungan permukiman.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Jaga Jakarta”, yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana kebakaran di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi. Melalui program tersebut, diharapkan risiko kebakaran dapat ditekan dan penanganan awal dapat dilakukan secara cepat meski akses armada pemadam terbatas.