Jakarta, 6 Januari 2026 – Laras Faizati, seorang tahanan di Rutan Bareskrim, mengungkapkan kesulitan yang dialaminya dalam mendapatkan layanan medis yang memadai. Dalam sebuah wawancara, Laras menyatakan bahwa akses terhadap perawatan kesehatan di dalam rutan sangat terbatas, menimbulkan kekhawatiran akan kesejahteraan para tahanan.
Laras Faizati, yang ditahan atas tuduhan tertentu, menceritakan pengalamannya selama berada di balik jeruji. Ia mengaku mengalami kesulitan ketika membutuhkan perawatan medis, terutama untuk kondisi kesehatan yang memerlukan penanganan segera. “Saya merasa sangat sulit mendapatkan akses ke dokter atau obat-obatan yang diperlukan,” ungkap Laras dengan nada prihatin.
Salah satu masalah utama yang dihadapi oleh para tahanan adalah keterbatasan fasilitas medis di dalam rutan. Menurut Laras, jumlah tenaga medis yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah tahanan yang membutuhkan perawatan. Selain itu, ketersediaan obat-obatan juga sering kali tidak mencukupi, sehingga banyak tahanan yang harus menunggu lama untuk mendapatkan pengobatan.
Menanggapi keluhan ini, pihak Rutan Bareskrim menyatakan bahwa mereka berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan layanan kesehatan yang memadai bagi para tahanan. Namun, mereka mengakui adanya tantangan dalam memenuhi kebutuhan medis yang terus meningkat. “Kami berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas dan layanan kesehatan di rutan,” ujar seorang perwakilan rutan.
Kasus yang dialami Laras Faizati menarik perhatian berbagai lembaga hak asasi manusia yang menyerukan perbaikan layanan kesehatan di dalam rutan. Mereka menekankan pentingnya akses terhadap perawatan medis yang layak sebagai bagian dari hak asasi setiap individu, termasuk para tahanan. “Kami mendesak pihak berwenang untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani masalah ini,” kata seorang aktivis hak asasi manusia.
Sebagai respons terhadap keluhan yang muncul, pemerintah berencana untuk meningkatkan anggaran dan sumber daya untuk layanan kesehatan di rutan. Langkah-langkah yang diusulkan termasuk penambahan tenaga medis, peningkatan ketersediaan obat-obatan, dan perbaikan fasilitas kesehatan. Diharapkan upaya ini dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan para tahanan.
Pengakuan Laras Faizati mengenai kesulitan mendapatkan layanan medis di Rutan Bareskrim menyoroti pentingnya perhatian terhadap kondisi kesehatan para tahanan. Diperlukan kerjasama antara pemerintah, pihak rutan, dan lembaga terkait untuk memastikan bahwa hak-hak kesehatan para tahanan terpenuhi. Dengan langkah-langkah perbaikan yang tepat, diharapkan kualitas layanan kesehatan di rutan dapat ditingkatkan demi kesejahteraan semua pihak yang terlibat.