Pada tanggal 15 Desember 2025, kebakaran hebat melanda Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta Timur, menyebabkan kerugian besar bagi para pedagang. Kebakaran ini terjadi pada dini hari, saat sebagian besar pedagang belum memulai aktivitas mereka. Api dengan cepat melahap kios-kios, terutama di los buah, yang menjadi sumber penghidupan utama bagi banyak pedagang.
Menurut laporan awal, kebakaran ini diduga dipicu oleh korsleting listrik di salah satu kios. Korsleting tersebut menyebabkan percikan api yang dengan cepat menyebar ke area lain, mengingat banyaknya bahan mudah terbakar di pasar tersebut. Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi segera berusaha memadamkan api, namun kondisi pasar yang padat membuat upaya pemadaman menjadi sangat menantang.
Kebakaran ini membawa dampak yang sangat merugikan bagi para pedagang buah di Pasar Induk Kramat Jati. Selain kehilangan barang dagangan, banyak pedagang yang juga kehilangan tabungan yang disimpan di kios mereka. Tabungan ini sebagian besar diperuntukkan bagi pendidikan anak-anak mereka, sehingga kerugian ini sangat dirasakan oleh para pedagang yang mengandalkan pendapatan harian untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Pemerintah daerah segera merespons insiden ini dengan memberikan bantuan kepada para pedagang yang terdampak. Bantuan berupa dana darurat dan kebutuhan pokok disalurkan untuk meringankan beban mereka. Selain itu, pemerintah berjanji untuk mempercepat proses renovasi pasar agar para pedagang dapat segera kembali berjualan. Namun, para pedagang berharap ada langkah lebih konkret untuk mencegah kebakaran serupa di masa depan.
Kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan di pasar tradisional. Banyak pasar di Jakarta yang masih minim fasilitas keselamatan, seperti alat pemadam kebakaran dan sistem deteksi dini. Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan standar keselamatan di pasar-pasar tradisional untuk melindungi para pedagang dan pengunjung dari risiko kebakaran.
Para pedagang buah di Pasar Induk Kramat Jati kini harus memulai kembali dari awal, membangun kembali usaha mereka yang hancur akibat kebakaran. Mereka berharap ada dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan masyarakat untuk membantu mereka bangkit. Selain itu, mereka juga berharap ada peningkatan kesadaran akan pentingnya keselamatan dan pencegahan kebakaran di pasar-pasar tradisional.Kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati adalah tragedi yang menimpa para pedagang buah yang kehilangan tabungan untuk masa depan anak-anak mereka. Insiden ini menyoroti perlunya peningkatan keselamatan di pasar tradisional dan dukungan bagi para pedagang yang terdampak. Dengan kerja sama antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat, diharapkan kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang, dan para pedagang dapat kembali berjualan dengan aman dan nyaman.