Pada tanggal 8 Desember 2025, ratusan korban penipuan berkumpul di depan rumah Wedding Organizer (WO) Ayu Puspita. Mereka menuntut keadilan atas kerugian yang dialami akibat layanan yang tidak sesuai dengan perjanjian. Insiden ini menyoroti ketidakpuasan mendalam dari para korban yang merasa dirugikan secara finansial dan emosional.
Para korban mengungkapkan bahwa mereka telah membayar sejumlah uang kepada WO Ayu Puspita untuk mengatur acara pernikahan mereka. Namun, pada hari yang dijanjikan, layanan yang seharusnya diberikan tidak terpenuhi. Banyak dari mereka yang harus menghadapi situasi darurat, seperti katering yang tidak datang atau dekorasi yang tidak sesuai dengan kesepakatan. Kejadian ini menyebabkan kerugian besar dan kekecewaan mendalam bagi para pasangan pengantin dan keluarga mereka.
Penipuan ini tidak hanya berdampak pada aspek finansial, tetapi juga memberikan tekanan emosional yang besar bagi para korban. Banyak dari mereka yang merasa dikhianati dan kehilangan momen berharga yang seharusnya menjadi kenangan indah. Selain itu, kerugian finansial yang dialami juga menambah beban bagi mereka yang telah mengeluarkan biaya besar untuk acara pernikahan.
Para korban yang berkumpul di depan rumah WO Ayu Puspita menuntut pertanggungjawaban dan pengembalian dana yang telah mereka bayarkan. Mereka berharap pihak WO memberikan penjelasan dan solusi atas kerugian yang dialami. Tuntutan ini mencerminkan harapan para korban untuk mendapatkan keadilan dan menghindari kejadian serupa di masa depan.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak WO Ayu Puspita mengenai insiden ini. Namun, pihak berwenang telah menerima laporan dari para korban dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. Diharapkan, dengan adanya tindakan hukum, para korban dapat memperoleh keadilan dan pelaku penipuan dapat dimintai pertanggungjawaban.
Insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih penyedia layanan. Memastikan reputasi dan kredibilitas penyedia layanan sebelum melakukan transaksi dapat mengurangi risiko penipuan. Selain itu, memiliki kontrak tertulis yang jelas dan mendetail juga penting untuk melindungi hak-hak konsumen.
Kisah ratusan korban penipuan oleh WO Ayu Puspita ini menyoroti pentingnya keadilan dan pertanggungjawaban dalam industri layanan pernikahan. Meskipun mengalami kekecewaan besar, para korban tetap berjuang untuk mendapatkan hak mereka. Dengan dukungan dari pihak berwenang dan masyarakat, diharapkan kejadian serupa dapat dicegah dan para korban dapat memperoleh keadilan yang mereka cari.