Trotoar di kawasan Cikini, Jakarta, kembali menjadi sorotan publik. Pedagang kaki lima (PKL) yang menjamur di sepanjang trotoar membuat pejalan kaki kesulitan melintas. Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat yang mengharapkan trotoar dapat digunakan sesuai fungsinya, yaitu sebagai jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman.
Pemerintah DKI Jakarta telah berulang kali melakukan upaya penertiban terhadap PKL di Cikini. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil yang signifikan. Setelah penertiban dilakukan, para PKL sering kali kembali berjualan di lokasi yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa penertiban yang dilakukan belum efektif dalam jangka panjang.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan PKL tetap bertahan di trotoar Cikini. Pertama, lokasi strategis yang dekat dengan pusat keramaian membuat area ini menjadi tempat yang menguntungkan bagi para pedagang. Kedua, kurangnya alternatif lokasi berjualan yang disediakan oleh pemerintah membuat PKL tidak memiliki pilihan lain selain kembali ke trotoar.
Keberadaan PKL di trotoar Cikini berdampak negatif terhadap kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki. Trotoar yang seharusnya menjadi jalur aman kini dipenuhi oleh lapak-lapak dagangan, memaksa pejalan kaki untuk berjalan di badan jalan yang berisiko. Selain itu, kondisi ini juga mengganggu estetika kota dan menimbulkan kesan semrawut.
Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan solusi jangka panjang yang melibatkan berbagai pihak. Pemerintah perlu menyediakan lokasi alternatif yang layak bagi PKL untuk berjualan. Selain itu, edukasi dan sosialisasi kepada para pedagang mengenai pentingnya menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan juga harus ditingkatkan.
Masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga ketertiban trotoar dengan tidak membeli dagangan di area yang tidak semestinya. Sementara itu, pemerintah harus konsisten dalam menegakkan aturan dan memberikan sanksi tegas kepada PKL yang melanggar. Kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan PKL menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang tertib dan nyaman.
Potret PKL yang menguasai trotoar di Cikini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat. Dengan upaya penertiban yang konsisten dan solusi jangka panjang yang tepat, diharapkan trotoar dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Kerjasama semua pihak diperlukan untuk menciptakan kota Jakarta yang lebih tertib dan nyaman bagi semua warganya.