kebakaran melanda Rumah Sakit Pengayoman Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur. Kebakaran ini terjadi sekitar pukul 07.10 WIB, dengan api yang diduga berasal dari salah satu ruang atau gudang serta ruang administrasi di lantai dua rumah sakit tersebut. Informasi ini disampaikan oleh Kasubdit Kerja Sama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Rika Aprianti, yang berada di lokasi kejadian.
Rika Aprianti memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Sebanyak 28 pasien berhasil dievakuasi dengan aman ke gedung lain. “Alhamdulillah, kebakaran sudah teratasi dan semua pasien sudah dievakuasi. Sekarang semua dalam kondisi kondusif,” ujar Rika saat ditemui di RS Pengayoman. Proses evakuasi yang cepat dan terkoordinasi menunjukkan kesiapan rumah sakit dalam menghadapi situasi darurat.
Dari video yang diterima oleh Kompas.com, terlihat sejumlah petugas dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur berusaha memadamkan api. Asap hitam tampak membumbung dari dalam ruangan rumah sakit. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas mulai membersihkan puing-puing sisa kebakaran. Tidak terlihat adanya pasien di luar setelah kebakaran terjadi, sementara beberapa pegawai rumah sakit masih berada di depan gedung dan ruang tunggu dengan lampu yang masih dipadamkan.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran di Rumah Sakit Pengayoman masih dalam proses investigasi. Tim Inafis dan Puslabfor sedang melakukan pemeriksaan untuk mengungkap faktor-faktor yang memicu kebakaran ini. “Penyebabnya masih dalam penyelidikan. Kami sudah berkoordinasi dengan Inafis dan sekarang sedang diperiksa,” kata Rika. Diharapkan hasil investigasi dapat segera memberikan kejelasan dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Kejadian ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dan penerapan prosedur keamanan yang ketat di fasilitas kesehatan. Rumah sakit sebagai tempat yang vital bagi masyarakat harus memiliki sistem penanggulangan kebakaran yang efektif untuk melindungi pasien, staf, dan infrastruktur. Pelatihan rutin dan simulasi kebakaran perlu dilakukan untuk memastikan semua pihak siap menghadapi situasi darurat.
Manajemen Rumah Sakit Pengayoman diharapkan dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dan prosedur penanganan kebakaran. Selain itu, komunikasi yang transparan dengan pihak berwenang dan masyarakat juga penting untuk menjaga kepercayaan publik. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan insiden serupa dapat dicegah dan keselamatan di lingkungan rumah sakit dapat terus terjaga.
Kebakaran di Rumah Sakit Pengayoman menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan di fasilitas kesehatan. Dengan kesiapsiagaan yang baik dan penerapan prosedur keamanan yang ketat, risiko kebakaran dapat diminimalisir. Semua pihak, baik manajemen rumah sakit, petugas pemadam kebakaran, maupun masyarakat, perlu bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan terlindungi dari ancaman kebakaran.