Hafithar, seorang siswa kelas 1 di SDN Klender 04, Duren Sawit, Jakarta Timur, kini tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh dari Tangerang menggunakan kereta rel listrik (KRL) setiap pagi. Berkat kebaikan hati salah satu orang tua murid, Hafithar sementara menumpang di rumah temannya, Gibran, yang berlokasi dekat dengan sekolah. Dwiyanti Lestari, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SDN Klender 04, mengungkapkan bahwa ibu Hafithar akhirnya menerima tawaran tersebut untuk menampung Hafithar selama sekitar dua minggu.
Sejak Minggu, 23 November 2025, Hafithar mulai tinggal di rumah Gibran. Pihak sekolah, bersama Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur, mengambil inisiatif untuk menjemput Hafithar dan orang tuanya langsung dari Tangerang. “Kami sudah jemput kemarin,” ungkap Dwiyanti. Senin pagi menjadi hari pertama Hafithar berangkat sekolah bersama Gibran, dari rumah yang hanya berjarak beberapa menit dari SDN Klender 04.
Kisah Hafithar mencuri perhatian publik setelah video dirinya berangkat sekolah sendiri menggunakan KRL sejak subuh diunggah ke media sosial. Dalam video tersebut, terlihat Hafithar menaiki KRL dari waktu subuh, menempuh jarak yang cukup jauh. Sejak awal September 2025, ibunya masih rutin mengantar-jemputnya. Namun, baru sekitar satu minggu terakhir, Hafithar diizinkan berangkat sendiri setelah dipastikan hafal rute KRL dan tetap mendapat pendampingan dari petugas stasiun.
Meskipun saat ini Hafithar menumpang di rumah temannya, ia dipastikan akan pindah sekolah ke kawasan Parung, Kabupaten Bogor. Keputusan ini diambil karena ibunya yang sebelumnya bekerja di Tangerang kini mendapat pekerjaan sebagai asisten rumah tangga di Parung. “Akhirnya mama Hafithar dan Hafithar itu bersedia untuk pindah di semester dua di dekat rumahnya (Parung),” ungkap Dwiyanti. Di Parung, Hafithar akan bersekolah bersama anak majikan ibunya, yang telah mencarikan sekolah untuknya.
Hafithar dikenal sebagai anak yang cerdas dan mandiri di sekolahnya. Menurut Farida Farhah, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatlak) Pendidikan Kecamatan Duren Sawit, Hafithar lebih aktif dalam komunikasi dibandingkan teman-temannya. Selain itu, Hafithar juga menunjukkan kepeduliannya dengan mengingatkan teman-temannya untuk menghabiskan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan pemerintah. “Contoh, dia dapat MBG, kan. Teman-teman, ayo nih kita dapat MBG, dimakan dong,” kata Farida.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Hafithar dapat terus melanjutkan pendidikannya dengan baik dan tetap menunjukkan kemandirian serta kecerdasannya di lingkungan yang baru.