SMAN 72 Jakarta telah memulai kembali kegiatan belajar mengajar setelah sempat terhenti akibat pandemi. Dengan situasi yang masih belum sepenuhnya pulih, pihak sekolah memberikan opsi kepada siswa untuk memilih metode pembelajaran yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka, yaitu belajar secara offline di sekolah atau online dari rumah.
Dalam upaya untuk menyesuaikan diri dengan kondisi saat ini, SMAN 72 Jakarta menawarkan dua pilihan pembelajaran. Siswa yang merasa nyaman dan aman dapat mengikuti kelas secara langsung di sekolah dengan protokol kesehatan yang ketat. Sementara itu, bagi siswa yang lebih memilih untuk tetap di rumah, pembelajaran online tetap tersedia dengan dukungan teknologi yang memadai.
Bagi siswa yang memilih untuk belajar secara offline, SMAN 72 Jakarta telah menerapkan berbagai protokol kesehatan untuk memastikan keselamatan semua pihak. Langkah-langkah ini meliputi pemeriksaan suhu tubuh sebelum memasuki area sekolah, penggunaan masker, serta penyediaan fasilitas cuci tangan di berbagai titik strategis. Selain itu, pengaturan jarak antar siswa di dalam kelas juga diterapkan untuk meminimalkan risiko penularan.
Meskipun pembelajaran online menawarkan fleksibilitas, tantangan tetap ada. Beberapa siswa menghadapi kendala teknis seperti koneksi internet yang tidak stabil atau keterbatasan perangkat. Untuk mengatasi hal ini, pihak sekolah berupaya memberikan dukungan dengan menyediakan akses internet dan perangkat bagi siswa yang membutuhkan, serta mengadakan sesi bimbingan tambahan secara virtual.
Keberhasilan pembelajaran di masa pandemi ini tidak lepas dari peran serta orang tua dan guru. Orang tua diharapkan dapat mendampingi dan memotivasi anak-anak mereka selama proses belajar di rumah. Sementara itu, para guru di SMAN 72 Jakarta terus beradaptasi dengan metode pengajaran baru dan berusaha menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan, baik secara offline maupun online.
Dengan adanya pilihan pembelajaran yang fleksibel, diharapkan siswa SMAN 72 Jakarta dapat terus belajar dengan optimal meskipun di tengah tantangan pandemi. Langkah ini juga diharapkan dapat menjadi model bagi sekolah-sekolah lain dalam menghadapi situasi serupa. Pendidikan yang adaptif dan inklusif menjadi kunci untuk memastikan bahwa semua siswa mendapatkan kesempatan belajar yang setara.
Kebijakan SMAN 72 Jakarta dalam memberikan pilihan pembelajaran offline dan online menunjukkan komitmen untuk terus mendukung pendidikan di tengah pandemi. Dengan kerjasama antara sekolah, siswa, orang tua, dan pemerintah, diharapkan proses belajar mengajar dapat berjalan lancar dan aman, serta mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan masa depan dengan lebih baik.