Arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di depan Gedung DPR RI, masih terpantau padat meskipun sebagian besar massa aksi buruh telah membubarkan diri pada Kamis (6/11/2025) sore. Berdasarkan pantauan sekitar pukul 18.20 WIB, kepadatan kendaraan terutama terjadi pada arah menuju Slipi.
Hujan gerimis yang mulai turun membuat sejumlah pengendara sepeda motor menepi untuk mengenakan jas hujan. Di tengah kondisi lalu lintas yang rapat, masih terlihat satu bus pengangkut massa aksi yang berusaha meninggalkan lokasi. Namun, padatnya kendaraan membuat bus tersebut sulit bergerak.
Sementara itu, sebuah mobil komando yang menjadi salah satu kendaraan terakhir massa aksi tampak memutar lagu berjudul “Santeria” sebelum meninggalkan lokasi. Sejumlah pengendara sepeda motor juga terlihat melintas di jalur hijau yang merupakan lajur khusus pesepeda. Sesekali, terdengar klakson bersahutan ketika muncul ruang bagi kendaraan untuk bergerak maju.
Di saat bersamaan, sebuah ambulans terlihat berupaya melintas melalui kepadatan kendaraan di ruas jalan tersebut. Kondisi ini menunjukkan betapa padatnya arus lalu lintas di kawasan tersebut, meskipun aksi unjuk rasa telah berakhir.
Hari ini, konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR RI. Dalam aksi tersebut, mereka menuntut pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan yang dinilai berpihak pada buruh.
Ketua Konfederasi KASBI, Sunarno, menyampaikan bahwa aturan ketenagakerjaan yang berlaku saat ini dianggap lebih menguntungkan kalangan pengusaha. Ia menilai buruh tidak dilibatkan secara memadai dalam proses perumusan kebijakan. Sunarno juga menilai posisi buruh kian rentan di tengah kondisi kerja yang tidak pasti sehingga diperlukan UU yang menjamin kepastian kerja kaum buruh.
Aksi unjuk rasa yang digelar oleh KASBI ini menyoroti pentingnya perubahan dalam kebijakan ketenagakerjaan di Indonesia. Dengan adanya tuntutan dari para buruh, diharapkan pemerintah dapat lebih memperhatikan kepentingan mereka dalam perumusan kebijakan yang adil dan berpihak pada kesejahteraan buruh. Sementara itu, kepadatan lalu lintas yang terjadi pasca aksi menunjukkan dampak dari kegiatan tersebut terhadap mobilitas di ibu kota.