XVG.id - Portal Berita Generasi Muda Indonesia
  • Home
  • Viral
  • Nasional
  • Selebriti
  • E-Sport
  • Musik
  • Fashion
  • Lifestyle
Reading: SPPG Meruya Selatan Dituding Tak Koordinasi dengan UMKM dalam Penyediaan Puding
Share
  • Subscribe US
Notification
XVG.id - Portal Berita Generasi Muda IndonesiaXVG.id - Portal Berita Generasi Muda Indonesia
Font ResizerAa
  • Home
  • Nasional
  • Selebriti
  • Game & E-Sport
  • Musik
  • Fashion
  • Lifestyle
  • Viral & Trending
Search
  • Home
  • Nasional
  • Selebriti
  • Game & E-Sport
  • Musik
  • Fashion
  • Lifestyle
  • Viral & Trending
Have an existing account? Sign In
Follow US
© XVG.co.id - Portal Media Generasi Muda Indonesia
XVG.id - Portal Berita Generasi Muda Indonesia > Blog > Megapolitan > SPPG Meruya Selatan Dituding Tak Koordinasi dengan UMKM dalam Penyediaan Puding
Megapolitan

SPPG Meruya Selatan Dituding Tak Koordinasi dengan UMKM dalam Penyediaan Puding

Redaksi XVG
Last updated: 6 November 2025 6:46 am
Redaksi XVG
Share
3 Min Read

Satuan Pelaksana Pendidikan dan Pelatihan Guru (SPPG) Meruya Selatan mendapat sorotan setelah dituding tidak melakukan koordinasi yang memadai dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam penyediaan puding untuk acara sekolah. Tuduhan ini mencuat setelah insiden keracunan makanan yang melibatkan puding dari salah satu UMKM setempat, yang menyebabkan puluhan siswa mengalami gejala keracunan.

Insiden ini terjadi ketika puding yang diproduksi oleh UMKM lokal dibagikan kepada siswa di SDN Meruya. Setelah mengonsumsi puding tersebut, beberapa siswa mulai merasakan gejala mual, pusing, dan muntah. Pihak sekolah segera bertindak dengan menghentikan distribusi puding dan membawa siswa yang terdampak ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Menurut beberapa sumber, SPPG Meruya Selatan dianggap tidak melakukan koordinasi yang cukup dengan UMKM dalam proses penyediaan makanan untuk acara sekolah. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai standar kebersihan dan keamanan pangan yang diterapkan oleh UMKM tersebut. “Kami merasa bahwa koordinasi yang lebih baik seharusnya dilakukan untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disediakan,” ujar seorang orang tua siswa.

Menanggapi tuduhan tersebut, pihak SPPG Meruya Selatan menyatakan bahwa mereka telah berusaha untuk bekerja sama dengan UMKM setempat dalam penyediaan makanan. Namun, mereka mengakui bahwa perlu ada peningkatan dalam hal pengawasan dan koordinasi untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. “Kami berkomitmen untuk meningkatkan standar koordinasi dan pengawasan agar kejadian ini tidak terulang,” kata seorang perwakilan SPPG.

Insiden ini juga memicu reaksi dari pelaku UMKM yang merasa bahwa mereka telah berusaha untuk memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan. Beberapa pelaku UMKM menyatakan bahwa mereka siap untuk bekerja sama dengan pihak sekolah dan SPPG untuk memastikan kualitas produk mereka. “Kami ingin memastikan bahwa produk kami aman dan berkualitas, dan kami terbuka untuk masukan dan perbaikan,” ujar seorang pelaku UMKM.

Sebagai langkah pencegahan, SPPG Meruya Selatan berencana untuk meningkatkan pengawasan dan koordinasi dengan UMKM dalam penyediaan makanan untuk acara sekolah. Program pelatihan dan sosialisasi mengenai standar kebersihan dan keamanan pangan juga akan digalakkan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang. “Kami akan memastikan bahwa semua pihak yang terlibat memahami pentingnya menjaga kualitas dan keamanan produk mereka,” tambah perwakilan SPPG.

Insiden keracunan ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan ketat terhadap produk makanan yang beredar di masyarakat. Diharapkan, dengan adanya peningkatan koordinasi dan langkah-langkah pencegahan yang tepat, keamanan pangan di Jakarta dapat lebih terjamin. “Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam memproduksi dan mengonsumsi makanan,” tutup seorang pengamat kesehatan.

Dengan adanya insiden ini, diharapkan semua pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat, dapat bekerja sama untuk memastikan keamanan pangan yang lebih baik di masa depan. Kejadian ini juga menekankan pentingnya edukasi dan kesadaran akan standar kebersihan dan keamanan dalam produksi makanan.

TAGGED:UMKM
Share This Article
Facebook Twitter Email Copy Link Print
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
TwitterFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Popular News

Serangan Rudal Rusia Menghantam Kiev: Situasi Terkini di Ukraina
8 April 2025
Pembangunan Taman Parkir di Jakarta: Solusi Kurangi Mobilitas Kendaraan Pribadi
20 Mei 2025
Pramono Minta Satpol PP Awasi Ketat Larangan Konsumsi Daging Anjing dan Kucing
8 Desember 2025
BOYNEXTDOOR Sambut Tahun Baru dengan Single Digital “I LOVE YOU”
17 Desember 2024
XVG.id - Portal Berita Generasi Muda Indonesia

Memberships

  • Redaksi
  • Tentang Kami

Quick Links

  • Syarat dan Ketentuan Privasi
  • Iklan
  • Pedoman Siber
FacebookLike
TwitterFollow
YoutubeSubscribe

© XVG.co.id – Portal Media Generasi Muda Emas Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?