Di tengah persaingan ketat dunia kerja, Agung, seorang pria berusia 35 tahun, menghadapi tantangan besar dalam mencari pekerjaan. Meski memiliki pengalaman kerja yang cukup, Agung merasa kalah bersaing dengan para fresh graduate yang lebih muda dan dianggap lebih segar oleh perusahaan. Kondisi ini menggambarkan realitas yang dihadapi banyak pekerja berusia di atas 30 tahun di Indonesia.
Agung telah menghabiskan lebih dari satu dekade bekerja di berbagai perusahaan. Namun, ketika ia mencoba melamar pekerjaan baru, ia sering kali dihadapkan pada kenyataan pahit bahwa pengalaman kerjanya tidak selalu menjadi nilai tambah. “Banyak perusahaan lebih memilih fresh graduate karena dianggap lebih mudah dibentuk dan tidak terlalu menuntut gaji tinggi,” ungkap Agung.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Agung adalah ekspektasi gaji. Dengan pengalaman yang dimilikinya, Agung merasa wajar jika ia mengharapkan gaji yang lebih tinggi dibandingkan fresh graduate. Namun, banyak perusahaan yang lebih memilih kandidat yang bersedia menerima gaji lebih rendah. “Saya sering kali harus menurunkan ekspektasi gaji agar bisa bersaing dengan pelamar yang lebih muda,” tambahnya.
Tren rekrutmen saat ini cenderung lebih mengutamakan keterampilan teknis dan kemampuan adaptasi terhadap teknologi baru. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Agung yang harus terus belajar dan mengikuti perkembangan teknologi agar tetap relevan di pasar kerja. “Saya harus mengikuti berbagai pelatihan dan kursus online untuk meningkatkan keterampilan saya,” kata Agung.
Di tengah kesulitan yang dihadapinya, dukungan keluarga menjadi sumber motivasi utama bagi Agung. Istrinya selalu memberikan semangat dan dorongan agar Agung tidak menyerah dalam mencari pekerjaan. “Keluarga adalah motivasi terbesar saya. Mereka selalu mendukung dan percaya bahwa saya akan mendapatkan pekerjaan yang sesuai,” ujarnya.
Agung menyadari bahwa mencari pekerjaan di usia matang memerlukan strategi yang berbeda. Ia mulai memperluas jaringan profesionalnya dan aktif mengikuti seminar serta workshop untuk menambah wawasan dan koneksi. “Saya juga mulai mempertimbangkan untuk beralih ke bidang yang lebih sesuai dengan minat dan keterampilan saya,” jelas Agung.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Agung tetap optimis akan masa depannya. Ia berharap dapat menemukan pekerjaan yang tidak hanya sesuai dengan keterampilannya, tetapi juga memberikan kepuasan dan stabilitas bagi keluarganya. “Saya percaya bahwa dengan usaha dan doa, saya akan menemukan jalan yang terbaik,” tutup Agung.
Cerita Agung adalah cerminan dari banyak pekerja di Indonesia yang berjuang untuk tetap relevan dan kompetitif di pasar kerja yang terus berubah. Dengan tekad dan strategi yang tepat, mereka berharap dapat mengatasi tantangan dan meraih kesuksesan di usia yang lebih matang.