Pada tanggal 16 Oktober 2025, sebanyak 1485 personel gabungan dikerahkan untuk mengawal aksi demonstrasi yang dilakukan oleh kelompok petani di depan Istana Negara, Jakarta. Demonstrasi ini merupakan bagian dari upaya para petani untuk menyuarakan aspirasi mereka terkait kebijakan pertanian yang dianggap merugikan.
Para petani yang tergabung dalam aksi ini menuntut pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada kesejahteraan mereka. Beberapa isu utama yang diangkat dalam demonstrasi ini antara lain adalah harga komoditas yang tidak stabil, akses terhadap pupuk bersubsidi, dan perlindungan terhadap lahan pertanian dari alih fungsi.
Untuk memastikan aksi berjalan dengan tertib dan aman, pihak kepolisian bersama TNI dan Satpol PP mengerahkan 1485 personel gabungan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi kericuhan dan menjaga keamanan di sekitar lokasi demonstrasi. Personel gabungan ditempatkan di berbagai titik strategis untuk memantau situasi dan memberikan pengamanan.
Menanggapi aksi demonstrasi ini, pemerintah menyatakan kesediaannya untuk berdialog dengan perwakilan petani. Kementerian Pertanian telah mengundang perwakilan petani untuk duduk bersama dan membahas solusi atas permasalahan yang dihadapi. Pemerintah berkomitmen untuk mencari jalan tengah yang dapat mengakomodasi kepentingan petani dan kebijakan nasional.
Aksi demonstrasi ini mendapatkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat yang turut prihatin terhadap nasib petani. Beberapa organisasi masyarakat sipil dan aktivis turut hadir untuk memberikan dukungan moral dan menyuarakan solidaritas terhadap perjuangan petani. Mereka berharap agar pemerintah dapat mendengarkan aspirasi petani dan mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi pertanian di Indonesia.
Media massa berperan penting dalam meliput dan menyebarluaskan informasi terkait aksi demonstrasi ini. Berbagai platform media, baik cetak maupun digital, memberikan laporan langsung dari lokasi kejadian, sehingga masyarakat dapat mengikuti perkembangan situasi secara real-time. Media juga berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara petani dan pemerintah, dengan menyampaikan tuntutan dan tanggapan dari kedua belah pihak.
Aksi demonstrasi petani di depan Istana Negara ini menyoroti pentingnya dialog konstruktif antara pemerintah dan petani untuk mencapai solusi yang berkelanjutan. Diharapkan, dengan adanya komunikasi yang baik, permasalahan yang dihadapi petani dapat diatasi dan kesejahteraan mereka dapat meningkat. Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama untuk menciptakan kebijakan pertanian yang adil dan berkelanjutan bagi semua pihak.