Jakarta, 6 Oktober 2025 – Sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas di Jakarta menggelar aksi kreatif dengan membuka lapak baca buku di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Aksi ini dilakukan menjelang demonstrasi besar yang direncanakan untuk menyuarakan berbagai aspirasi dan tuntutan kepada pemerintah. Dengan membawa berbagai buku dan menggelar tikar, para mahasiswa ini berusaha menarik perhatian publik dan anggota dewan terhadap isu-isu yang mereka angkat.
Aksi lapak baca buku ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya turun ke jalan untuk berdemonstrasi, tetapi juga berusaha meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat melalui literasi. Para mahasiswa berharap bahwa dengan membaca buku, masyarakat dapat lebih memahami isu-isu yang sedang dihadapi dan pentingnya peran aktif dalam menyuarakan pendapat. Selain itu, aksi ini juga dimaksudkan untuk mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap pendidikan dan literasi.
Dalam aksi ini, mahasiswa mengangkat berbagai isu penting yang menjadi perhatian mereka, seperti pendidikan, lingkungan, dan hak asasi manusia. Mereka menilai bahwa pemerintah perlu memberikan perhatian lebih terhadap isu-isu tersebut dan mengambil langkah konkret untuk mengatasinya. Dengan membaca buku-buku yang relevan dengan isu-isu tersebut, mahasiswa berharap dapat memberikan wawasan baru kepada masyarakat dan mendorong diskusi yang konstruktif.
Aksi lapak baca buku ini mendapatkan respons positif dari masyarakat yang melintas di sekitar Gedung DPR. Banyak yang tertarik untuk bergabung dan membaca buku-buku yang disediakan oleh mahasiswa. Beberapa anggota DPR yang kebetulan melintas juga menyempatkan diri untuk berdialog dengan mahasiswa dan mendengarkan aspirasi mereka. Respons positif ini menunjukkan bahwa aksi kreatif seperti ini dapat menjadi sarana efektif untuk menyuarakan pendapat dan menarik perhatian publik.
Mahasiswa yang terlibat dalam aksi ini menekankan pentingnya literasi dalam menyuarakan aspirasi. Mereka percaya bahwa dengan meningkatkan literasi, masyarakat dapat lebih kritis dalam menilai kebijakan pemerintah dan lebih berani untuk menyuarakan pendapat. Literasi juga dianggap sebagai kunci untuk menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dan berdaya saing di era globalisasi ini.
Melalui aksi ini, mahasiswa berharap dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk lebih aktif dalam menyuarakan pendapat dan berpartisipasi dalam proses demokrasi. Mereka juga berharap agar pemerintah dapat lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi. Dengan adanya dialog yang konstruktif antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan dapat tercipta solusi yang lebih baik untuk masa depan bangsa.
Aksi lapak baca buku yang digelar oleh mahasiswa di depan Gedung DPR merupakan contoh nyata dari kreativitas dan semangat juang generasi muda dalam menyuarakan aspirasi. Dengan mengedepankan literasi, mahasiswa berusaha untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu penting yang dihadapi. Semoga aksi ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk lebih peduli terhadap pendidikan dan literasi, serta mendorong terciptanya dialog yang konstruktif antara pemerintah dan masyarakat.