Warga Jakarta kini lebih memilih mengadu langsung kepada Pramono Rano melalui pesan langsung (DM) di media sosial, ketimbang menggunakan aplikasi JAKI yang disediakan oleh pemerintah daerah. Langkah ini diambil setelah banyak warga merasa bahwa aduan mereka tidak mendapatkan respons yang memadai melalui aplikasi tersebut. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas layanan pengaduan publik yang ada saat ini.
JAKI, aplikasi yang dirancang untuk memudahkan warga Jakarta dalam menyampaikan keluhan dan masukan terkait layanan publik, kini menghadapi kritik tajam. Banyak pengguna mengeluhkan lambatnya respons dan kurangnya tindak lanjut dari aduan yang mereka sampaikan. Hal ini membuat warga merasa frustrasi dan mencari alternatif lain untuk menyuarakan keluhan mereka.
Pramono Rano, seorang tokoh publik yang aktif di media sosial, menjadi pilihan warga untuk menyampaikan keluhan mereka. Dengan reputasinya yang responsif dan cepat menanggapi aduan, Pramono berhasil menarik perhatian banyak warga yang merasa diabaikan oleh sistem pengaduan resmi. Melalui DM, warga berharap mendapatkan solusi yang lebih cepat dan konkret atas permasalahan yang mereka hadapi.
Pramono Rano menyatakan bahwa dirinya berkomitmen untuk membantu warga Jakarta dengan menyalurkan aduan mereka kepada pihak berwenang. Ia mengaku menerima ratusan pesan setiap harinya dan berusaha untuk menanggapi setiap aduan dengan serius. Pramono juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak bermaksud menggantikan peran JAKI, melainkan ingin menjadi jembatan antara warga dan pemerintah.
Menanggapi fenomena ini, pemerintah daerah Jakarta menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap kinerja aplikasi JAKI. Mereka berjanji untuk meningkatkan sistem dan mempercepat respons terhadap aduan yang masuk. Pemerintah juga mengapresiasi inisiatif Pramono Rano dalam membantu menyalurkan keluhan warga dan berencana untuk berkolaborasi dengannya guna meningkatkan layanan pengaduan publik.
Kasus ini menyoroti pentingnya memiliki sistem pengaduan yang efektif dan responsif bagi masyarakat. Dengan adanya saluran komunikasi yang baik antara warga dan pemerintah, diharapkan permasalahan yang dihadapi masyarakat dapat segera diatasi. Pemerintah diharapkan dapat belajar dari pengalaman ini dan melakukan perbaikan yang diperlukan agar kepercayaan publik terhadap layanan pengaduan dapat dipulihkan.
Peralihan warga Jakarta dari JAKI ke Pramono Rano sebagai saluran pengaduan menunjukkan adanya kebutuhan akan sistem yang lebih responsif dan efektif. Dengan evaluasi dan perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah, diharapkan layanan pengaduan publik dapat lebih baik di masa depan. Semoga langkah-langkah ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memastikan bahwa suara mereka didengar dan ditindaklanjuti dengan baik.