Jakarta, 6 Januari 2026 – Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil membongkar sebuah apartemen di kawasan Ancol yang dijadikan sebagai dapur racik narkoba jenis vape dan happy five. Penggerebekan ini merupakan hasil dari penyelidikan intensif yang dilakukan oleh BNN dalam upaya memberantas peredaran narkoba di ibu kota. Apartemen tersebut diduga kuat menjadi pusat produksi dan distribusi narkoba yang menyasar kalangan muda.
Menurut keterangan dari pihak BNN, para pelaku menggunakan apartemen tersebut sebagai tempat meracik dan mengemas narkoba dalam bentuk cairan vape dan pil happy five. Modus operandi ini dianggap cerdik karena memanfaatkan tren penggunaan vape di kalangan anak muda untuk menyamarkan aktivitas ilegal mereka. “Kami menemukan berbagai peralatan dan bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi narkoba di lokasi tersebut,” ujar seorang pejabat BNN.
Dalam penggerebekan ini, BNN berhasil menangkap beberapa orang yang diduga terlibat dalam jaringan narkoba tersebut. Selain itu, petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa cairan vape yang mengandung narkoba, pil happy five, serta peralatan produksi. “Kami akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lebih luas,” tambah pejabat BNN.
Pengungkapan kasus ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama para orang tua yang khawatir akan keselamatan anak-anak mereka. Peredaran narkoba dalam bentuk yang tidak biasa seperti vape dan pil happy five menunjukkan bahwa para pelaku semakin kreatif dalam menyebarkan barang haram tersebut. “Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka,” kata seorang aktivis anti-narkoba.
BNN menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkoba di Indonesia. Penggerebekan apartemen di Ancol ini merupakan salah satu dari sekian banyak operasi yang dilakukan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba. “Kami akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa generasi muda kita terlindungi dari bahaya narkoba,” ujar kepala BNN.
Kasus ini juga menyoroti pentingnya edukasi dan pencegahan dalam memerangi narkoba. Pemerintah dan lembaga terkait diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi mengenai bahaya narkoba, terutama di kalangan remaja dan anak muda. “Edukasi yang tepat dapat menjadi benteng pertama dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba,” tegas seorang pakar kesehatan masyarakat.
Penggerebekan apartemen di Ancol yang dijadikan dapur racik narkoba jenis vape dan happy five menunjukkan bahwa peredaran narkoba di Indonesia masih menjadi ancaman serius. BNN dan pihak berwenang lainnya diharapkan dapat terus meningkatkan upaya pemberantasan narkoba dan melindungi masyarakat dari bahaya yang ditimbulkannya. Masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada dan berperan aktif dalam pencegahan peredaran narkoba di lingkungan mereka.