Pada tanggal 8 Desember 2025, ratusan warga Tangerang Selatan menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) setempat. Mereka menuntut penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang yang dianggap telah mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat sekitar. Artikel ini akan mengulas lebih dalam mengenai alasan di balik aksi ini, tuntutan warga, serta respons dari pihak berwenang.
Warga Tangerang Selatan telah lama mengeluhkan dampak negatif dari keberadaan TPA Cipeucang. Bau menyengat dan pencemaran air tanah menjadi masalah utama yang dihadapi oleh penduduk sekitar. Selain itu, tumpukan sampah yang menggunung juga menimbulkan kekhawatiran akan potensi longsor dan bahaya kesehatan lainnya. Kondisi ini mendorong warga untuk bersatu dan menyuarakan tuntutan mereka agar TPA tersebut segera ditutup.
Dalam aksi demonstrasi tersebut, warga menyampaikan beberapa tuntutan utama. Pertama, mereka mendesak agar TPA Cipeucang segera ditutup dan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan jauh dari pemukiman. Kedua, warga meminta pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan nyata dalam menangani masalah pencemaran yang telah terjadi. Ketiga, mereka menuntut adanya kompensasi bagi warga yang terdampak langsung oleh pencemaran tersebut.
Menanggapi aksi demonstrasi ini, pihak pemerintah daerah menyatakan akan meninjau kembali operasional TPA Cipeucang. Mereka berjanji untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan mencari solusi terbaik untuk mengatasi masalah yang dihadapi warga. Pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan pengelolaan sampah agar lebih ramah lingkungan dan tidak merugikan masyarakat sekitar.
Keberadaan TPA Cipeucang telah menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan. Pencemaran air tanah akibat rembesan sampah menjadi ancaman serius bagi kesehatan warga. Selain itu, bau busuk yang menyebar hingga ke pemukiman membuat kualitas hidup masyarakat menurun. Kondisi ini memicu berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan pernapasan dan penyakit kulit, yang semakin memperparah situasi.
Kasus TPA Cipeucang menyoroti pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mencari solusi jangka panjang dalam menangani masalah sampah. Edukasi mengenai pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang sampah harus digalakkan untuk mengurangi beban TPA dan meminimalisir dampak negatifnya.
Aksi demonstrasi warga Tangerang Selatan menuntut penutupan TPA Cipeucang adalah cerminan dari keresahan masyarakat terhadap dampak pencemaran lingkungan. Dengan adanya dialog konstruktif antara warga dan pemerintah, diharapkan solusi yang adil dan berkelanjutan dapat ditemukan. Penanganan masalah sampah yang efektif akan menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat serta kelestarian lingkungan.