Pada perayaan Natal tahun 2025, Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel Jakarta kembali menggelar tradisi unik yang telah menjadi bagian dari perayaan tahunan mereka. Ratusan doa jemaat dituliskan dan digantungkan pada pohon Natal yang berdiri megah di tengah gereja. Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga mencerminkan harapan dan kedamaian yang diinginkan oleh setiap jemaat.
Setiap jemaat yang hadir dalam perayaan Natal di GPIB Immanuel diberikan kesempatan untuk menuliskan doa dan harapan mereka pada selembar kertas. Kertas-kertas ini kemudian digantungkan pada pohon Natal, menciptakan pemandangan yang indah dan penuh makna. Doa-doa yang dituliskan mencakup berbagai harapan, mulai dari kesehatan, kebahagiaan, hingga perdamaian dunia. Tradisi ini mengajak setiap jemaat untuk merenungkan makna Natal dan menyatukan doa mereka dalam satu pohon yang melambangkan persatuan dan kebersamaan.
Pohon Natal di GPIB Immanuel bukan sekadar hiasan, melainkan simbol dari harapan dan kedamaian yang ingin dicapai oleh setiap jemaat. Dengan menggantungkan doa-doa mereka, jemaat diajak untuk berbagi harapan dan saling mendukung dalam doa. Pohon Natal ini menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan dan tantangan hidup, selalu ada harapan dan kesempatan untuk memulai lembaran baru yang lebih baik.
Dalam khotbah Natal yang disampaikan, pendeta GPIB Immanuel menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan saling mendukung di antara jemaat. “Natal adalah saat yang tepat untuk memperkuat iman dan mempererat hubungan kita dengan sesama,” ujar pendeta. Ia mengajak jemaat untuk menjadikan Natal sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Tuhan dan sesama. Pesan ini diharapkan dapat menginspirasi jemaat untuk terus berbuat baik dan menyebarkan cinta kasih di tengah masyarakat.
Dengan berakhirnya tahun 2025, jemaat GPIB Immanuel menyambut tahun baru dengan penuh harapan. Doa-doa yang digantungkan pada pohon Natal mencerminkan keinginan mereka untuk menghadapi tahun yang akan datang dengan semangat dan optimisme. Jemaat berharap agar tahun baru membawa kedamaian, kesehatan, dan kebahagiaan bagi semua orang. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa setiap doa dan harapan memiliki kekuatan untuk mengubah hidup dan membawa kedamaian.
Tradisi menggantungkan doa pada pohon Natal di GPIB Immanuel Jakarta menjadi simbol harapan dan kedamaian yang diinginkan oleh setiap jemaat. Dengan menyatukan doa-doa mereka, jemaat diajak untuk merenungkan makna Natal dan memperkuat hubungan dengan Tuhan dan sesama. Semoga tradisi ini dapat terus menginspirasi jemaat untuk menjalani hidup dengan lebih bijaksana dan penuh cinta kasih, serta membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi semua orang di tahun yang akan datang.