XVG.id - Portal Berita Generasi Muda Indonesia
  • Home
  • Viral
  • Nasional
  • Selebriti
  • E-Sport
  • Musik
  • Fashion
  • Lifestyle
Reading: Penjelasan Dispora DKI Jakarta Terkait Pembatasan Event Lari di Jakarta
Share
  • Subscribe US
Notification
XVG.id - Portal Berita Generasi Muda IndonesiaXVG.id - Portal Berita Generasi Muda Indonesia
Font ResizerAa
  • Home
  • Nasional
  • Selebriti
  • Game & E-Sport
  • Musik
  • Fashion
  • Lifestyle
  • Viral & Trending
Search
  • Home
  • Nasional
  • Selebriti
  • Game & E-Sport
  • Musik
  • Fashion
  • Lifestyle
  • Viral & Trending
Have an existing account? Sign In
Follow US
© XVG.co.id - Portal Media Generasi Muda Indonesia
XVG.id - Portal Berita Generasi Muda Indonesia > Blog > Megapolitan > Penjelasan Dispora DKI Jakarta Terkait Pembatasan Event Lari di Jakarta
Megapolitan

Penjelasan Dispora DKI Jakarta Terkait Pembatasan Event Lari di Jakarta

Redaksi XVG
Last updated: 17 Februari 2026 4:00 pm
Redaksi XVG
Share
4 Min Read

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta memberikan klarifikasi mengenai wacana pembatasan event lari yang menjadi perhatian publik. Dispora DKI Jakarta menegaskan bahwa langkah ini bukan bertujuan untuk mengurangi kegiatan maraton, melainkan untuk menata izin penggunaan ruang publik. Penjelasan ini disampaikan untuk meluruskan persepsi yang berkembang setelah pernyataan Gubernur Pramono mengenai pembatasan event lari di Jakarta.

Kepala Dispora DKI Jakarta, Andri Yansyah, menjelaskan bahwa pernyataan Gubernur Pramono muncul dalam pembahasan pengembangan wisata olahraga bersama Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga RI. Dalam forum tersebut, Gubernur menyinggung Jakarta International Marathon (Jakim) dan Jakarta Running Festival (JRF) yang selama ini mendapat dukungan penuh pemerintah, termasuk sterilisasi jalur sebagai syarat dari World Athletics. Dukungan khusus ini kemudian memunculkan permintaan serupa dari sejumlah komunitas lari, sehingga konteks pembatasan yang dimaksud mulai menjadi pembahasan internal.

Menurut Andri, pembatasan yang dimaksud bukan pada event maraton, melainkan pada izin penyelenggaraan kegiatan yang meniadakan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB). Event lari tetap dapat digelar selama tidak meniadakan CFD atau HBKB, misalnya dengan menggunakan jalur CFD atau HBKB secara penuh hingga membuat kegiatan hari bebas kendaraan tersebut ditiadakan. “Hingga saat ini, hanya dua event yang mendapat izin khusus tersebut (meniadakan CFD atau HBKB), yaitu Jakim dan JRF,” ujar Andri, Senin (1/12/2025), dikutip dari situs resmi Pemprov DKI Jakarta.

Andri menjelaskan bahwa privilege bagi Jakim dan JRF, dengan boleh meniadakan CFD dan HBKB, diberikan karena keduanya telah memiliki sertifikasi internasional. Event berlabel World Athletics mensyaratkan jalur yang sepenuhnya steril sehingga pemerintah memberikan dukungan penuh. “Namun privilege tersebut tidak otomatis diberikan kepada event lain, kecuali mereka memenuhi standar serupa, termasuk kualitas penyelenggaraan dan jumlah peserta yang sangat besar,” katanya.

Pemprov DKI Jakarta juga menegaskan bahwa kegiatan lari, baik berbayar maupun tidak berbayar, memiliki hak yang sama dalam menggunakan ruang publik. Selama tidak ada larangan eksklusivitas, misalnya pembatasan jalur hanya untuk peserta tertentu, penyelenggaraan dianggap tidak melanggar hak warga. Event-event besar di luar CFD disebut tetap dapat berlangsung tanpa hambatan, selama penataan ruang publik berjalan sesuai regulasi yang ada.

Andri menambahkan bahwa tingginya minat masyarakat terhadap olahraga terlihat dari semakin ramainya CFD. Pemprov membuka opsi menghadirkan Jekate Run di lima wilayah kota untuk mengurangi beban CFD Sudirman–Thamrin. “Dengan begitu, antusiasme masyarakat tetap terakomodasi, namun ruang publik tetap terjaga dan tidak terjadi penumpukan massa di satu titik,” ucapnya. Ia menilai tingginya partisipasi masyarakat justru membawa dampak positif terhadap kebugaran, harapan hidup, indikator kepemudaan, serta perekonomian, khususnya UMKM.

Andri meyakini ekosistem olahraga di Jakarta dapat terus berkembang melalui penataan yang tepat. “Inti dari kebijakan ini bukan membatasi olahraga, khususnya event lari, melainkan memastikan penggunaan ruang publik berjalan tertib, aman, dan inklusif sehingga CFD tetap menjadi ruang bersama yang dapat dinikmati semua warga,” tandasnya. Dengan penataan yang baik, diharapkan kegiatan lari di Jakarta dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Share This Article
Facebook Twitter Email Copy Link Print
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
TwitterFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Popular News

Empat Pulau Aceh Masuk Sumut Kemendagri Jelaskan Alasan Lokasi Lebih Dekat
17 Juni 2025
Gaya Memukau Raffi Ahmad di Pernikahan Al Ghazali dan Alyssa Daguise
17 Juni 2025
Munafik Ekologis: Ketika Kepedulian Lingkungan Hanya Sebatas Slogan
2 Desember 2025
SM Entertainment Perkenalkan Studio Pemotretan Musik Video Berteknologi Tinggi di Korea
17 Desember 2024
XVG.id - Portal Berita Generasi Muda Indonesia

Memberships

  • Redaksi
  • Tentang Kami

Quick Links

  • Syarat dan Ketentuan Privasi
  • Iklan
  • Pedoman Siber
FacebookLike
TwitterFollow
YoutubeSubscribe

© XVG.co.id – Portal Media Generasi Muda Emas Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?