Pada tanggal 5 Desember 2025, sebuah kejadian mengejutkan terjadi di Stasiun Citayam, Depok. Jasad seorang bayi ditemukan di dalam toilet stasiun tersebut, bersama dengan sepucuk surat yang diduga ditulis oleh ibu sang bayi. Penemuan ini sontak mengundang perhatian publik dan menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat.
Surat yang ditemukan di dekat jasad bayi tersebut mengungkapkan perasaan putus asa dan tekanan yang dirasakan oleh sang ibu. Dalam surat tersebut, sang ibu menyatakan ketidakmampuannya untuk merawat bayi tersebut karena alasan ekonomi dan sosial. Meskipun demikian, motif pasti di balik tindakan ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Pihak kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan bukti-bukti yang ada. Penyelidikan difokuskan pada identifikasi ibu bayi dan mencari tahu latar belakang serta alasan di balik tindakan tragis ini. Kamera pengawas di sekitar stasiun juga diperiksa untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai siapa yang meninggalkan bayi tersebut.
Penemuan jasad bayi ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Banyak yang merasa prihatin dan sedih atas kejadian ini, sementara yang lain mengecam tindakan meninggalkan bayi tersebut. Di sisi lain, kejadian ini juga membuka diskusi mengenai pentingnya dukungan sosial dan ekonomi bagi para ibu yang menghadapi kesulitan dalam merawat anak.
Kasus ini menyoroti perlunya dukungan psikologis dan ekonomi bagi para ibu yang berada dalam situasi sulit. Banyak pihak menyerukan agar pemerintah dan lembaga sosial lebih proaktif dalam menyediakan bantuan dan layanan konseling bagi mereka yang membutuhkan. Dengan adanya dukungan yang memadai, diharapkan kejadian serupa dapat dicegah di masa depan.
Penemuan jasad bayi di toilet Stasiun Citayam merupakan tragedi yang menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya dukungan bagi para ibu yang mengalami kesulitan. Kasus ini menekankan perlunya perhatian lebih terhadap isu-isu sosial dan ekonomi yang dapat mempengaruhi keputusan seseorang. Dengan kerjasama antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat, diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali.