Pada tanggal 15 Desember 2025, pihak berwenang mengumumkan hasil laboratorium terkait dugaan keracunan yang terjadi di SDN Meruya. Berdasarkan hasil uji laboratorium, tidak ditemukan adanya kontaminasi pada makanan atau minuman yang diduga menjadi penyebab insiden tersebut. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta dalam konferensi pers yang diadakan di kantor dinas.
Insiden ini bermula ketika sejumlah siswa di SDN Meruya mengalami gejala mual dan pusing setelah mengonsumsi makanan di sekolah. Kejadian ini segera mendapat perhatian dari pihak sekolah dan orang tua siswa, yang kemudian melaporkannya kepada pihak berwenang. Sebagai langkah antisipasi, para siswa yang mengalami gejala tersebut segera mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
Menanggapi laporan tersebut, Dinas Kesehatan DKI Jakarta segera melakukan investigasi dan pengambilan sampel makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh para siswa. Sampel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pengujian lebih lanjut. Proses pengujian ini dilakukan dengan cermat untuk memastikan tidak ada zat berbahaya yang terkandung dalam makanan atau minuman tersebut.
Setelah melalui serangkaian pengujian, hasil laboratorium menunjukkan bahwa tidak ada kontaminasi atau zat berbahaya yang ditemukan dalam sampel makanan dan minuman dari SDN Meruya. Kepala Dinas Kesehatan menyatakan bahwa gejala yang dialami oleh para siswa kemungkinan disebabkan oleh faktor lain yang tidak terkait dengan kontaminasi makanan.
Meskipun hasil laboratorium menunjukkan tidak adanya kontaminasi, pihak sekolah tetap berkomitmen untuk meningkatkan standar kebersihan dan keamanan makanan di lingkungan sekolah. Kepala sekolah SDN Meruya menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memberikan edukasi kepada siswa dan staf mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan.
Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya edukasi kesehatan di lingkungan sekolah. Pihak sekolah diharapkan dapat memberikan informasi dan pengetahuan kepada siswa mengenai cara menjaga kesehatan dan kebersihan, termasuk pentingnya mencuci tangan sebelum makan dan memastikan makanan yang dikonsumsi dalam kondisi baik.
Dengan hasil laboratorium yang menunjukkan tidak adanya kontaminasi, diharapkan kekhawatiran orang tua dan masyarakat dapat mereda. Pihak berwenang dan sekolah berkomitmen untuk terus memantau dan memastikan keamanan serta kesehatan siswa di lingkungan sekolah. Diharapkan, kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, dan semua pihak dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan sehat bagi para siswa.