Pada Senin, 1 Desember 2025, sebuah insiden terjadi di Jalan Juanda, Ciputat, Tangerang Selatan, ketika sebuah bus sekolah terperosok ke dalam lubang bekas galian kabel. Kejadian ini mengakibatkan penumpang yang terdiri dari anak-anak sekolah harus dipindahkan ke angkot untuk melanjutkan perjalanan mereka ke sekolah. Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, mengonfirmasi bahwa terdapat sekitar delapan hingga sepuluh anak di dalam bus tersebut. “Anak dalam bus perkiraan delapan sampai 10 anak. Terus dipindahkan ke angkot,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com.
Bus sekolah tersebut sedang dalam perjalanan mengantar anak-anak ke sekolah. Namun, saat berusaha melakukan putar balik di depan Perumahan Dosen UI, bus tersebut terperosok ke dalam lubang yang berada di pinggir jalan. “Dari Ciputat mau putar di depan Komplek Dosen UI. Bus nya mau menuju arah Kertamukti Cirendeu Pisangan Cipayung, Ciputat,” jelas Bambang. Insiden ini sempat menyebabkan kemacetan lalu lintas dari arah Ciputat menuju Jakarta, meskipun kini arus lalu lintas sudah mulai terurai. “Alhamdulillah bus sudah bisa diangkat, dibantu truk. Tinggal pencairan arus lalu lintas arah jaya,” tambahnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, lubang yang menyebabkan bus terperosok berada tepat di pinggir jalan dan memiliki kedalaman yang cukup signifikan. Lubang tersebut dipenuhi tanah merah yang membuatnya licin, sehingga menyulitkan kendaraan yang terperosok untuk keluar. Warga setempat, Maemun (29), menjelaskan bahwa lubang tersebut merupakan bekas galian kabel yang pengerjaannya telah selesai dua minggu lalu, namun tidak dirapikan dengan baik. “Kemarin sih sempat digali ya, ada kali proses galiannya dua minggu cuma diberesinnya enggak bener,” ungkap Maemun kepada Kompas.com.
Insiden ini menyoroti pentingnya penanganan bekas galian yang lebih baik untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera mengambil tindakan untuk memperbaiki kondisi jalan dan memastikan keselamatan pengguna jalan. Selain itu, koordinasi antara pihak terkait dalam penanganan infrastruktur jalan perlu ditingkatkan agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.
Kejadian bus sekolah terperosok di Ciputat menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dan penataan infrastruktur jalan yang baik. Dengan penanganan yang tepat dan koordinasi yang baik antara pihak terkait, diharapkan insiden serupa dapat dicegah di masa mendatang. Keselamatan pengguna jalan, terutama anak-anak sekolah, harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan dan tindakan yang diambil.