Anggota DPRD Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, menekankan bahwa pembangunan Flyover Latumeten di Jakarta Barat harus mengakomodasi kebutuhan pejalan kaki melalui integrasi skywalk. Menurut Kenneth, skywalk merupakan akses aman bagi warga menuju halte Transjakarta dan seharusnya direncanakan sejak awal sebagai bagian dari konsep pembangunan menyeluruh.
“Saya memang berharap begitu. Flyover ini jangan hanya melayani kendaraan, tetapi juga benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Kenneth, Rabu (3/12/2025). Ia menambahkan, desain flyover yang mengabaikan fasilitas pejalan kaki justru akan menimbulkan masalah baru, apalagi dengan rencana pengalihan rute Transjakarta ke atas flyover.
Selain itu, Kenneth mengingatkan dampak proyek terhadap warga sekitar. Sebanyak 17 rumah terdampak pelebaran jalan dan memerlukan relokasi. Ia meminta Dinas Pemukiman DKI Jakarta untuk menyediakan atau mencarikan rusun bagi warga, karena tidak ada kompensasi pergantian rumah dalam proyek tersebut.
Pembangunan flyover Latumeten yang dimulai Agustus 2025 bertujuan mengatasi kemacetan dan meningkatkan integrasi transportasi publik. Flyover ini juga akan menampilkan halte Transjakarta di atasnya sebagai bagian dari desain multifungsi.
Anggota DPRD menekankan flyover Latumeten harus dirancang untuk manfaat warga luas, termasuk pejalan kaki, melalui integrasi skywalk. Selain itu, relokasi warga terdampak perlu diperhatikan agar pembangunan infrastruktur strategis ini tidak menimbulkan masalah sosial.