PT Transjakarta menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kerjanya. Hal ini disampaikan setelah adanya laporan pelecehan yang dialami oleh tiga karyawan Transjakarta. Direktur Utama PT Transjakarta, Sardjono Jhony Tjitrokusumo, menegaskan bahwa perusahaan tidak akan mentolerir tindakan pelecehan dalam bentuk apapun dan akan mengambil langkah hukum yang diperlukan untuk memastikan keadilan bagi para korban.
Dalam pernyataannya, Sardjono menekankan bahwa Transjakarta menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap pelecehan seksual. “Kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi seluruh karyawan. Setiap pelanggaran akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujarnya. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi karyawan dan mencegah terjadinya kasus serupa di masa mendatang.
Transjakarta juga memastikan bahwa para korban mendapatkan dukungan dan perlindungan yang diperlukan. “Kami telah menyediakan layanan konseling dan pendampingan hukum bagi para korban untuk membantu mereka melalui proses ini,” tambah Sardjono. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa para korban merasa didukung dan tidak merasa sendirian dalam menghadapi situasi yang sulit ini.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Transjakarta akan meningkatkan program pelatihan dan kesadaran bagi seluruh karyawan mengenai pelecehan seksual. “Kami akan mengadakan pelatihan rutin untuk meningkatkan pemahaman karyawan tentang apa yang dimaksud dengan pelecehan seksual dan bagaimana cara melaporkannya,” jelas Sardjono. Dengan langkah ini, diharapkan seluruh karyawan dapat lebih waspada dan berani melaporkan jika mengalami atau menyaksikan tindakan pelecehan.
Transjakarta juga berkomitmen untuk bekerjasama dengan pihak berwenang dalam menangani kasus pelecehan seksual. “Kami akan bekerja sama dengan kepolisian dan pihak terkait lainnya untuk memastikan bahwa pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal,” tegas Sardjono. Kerjasama ini diharapkan dapat mempercepat proses penanganan kasus dan memberikan efek jera bagi pelaku.
Dengan langkah-langkah tegas yang diambil, Transjakarta menunjukkan komitmennya untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan bebas dari pelecehan seksual. Kebijakan zero tolerance, dukungan bagi korban, peningkatan kesadaran, dan kerjasama dengan pihak berwenang menjadi pilar utama dalam upaya ini. Diharapkan, langkah-langkah ini dapat memberikan rasa aman bagi seluruh karyawan dan mencegah terjadinya kasus pelecehan di masa depan.