XVG.id - Portal Berita Generasi Muda Indonesia
  • Home
  • Viral
  • Nasional
  • Selebriti
  • E-Sport
  • Musik
  • Fashion
  • Lifestyle
Reading: TPU Karet Pasar Baru Barat: Oase Hijau di Tengah Hiruk Pikuk Jakarta
Share
  • Subscribe US
Notification
XVG.id - Portal Berita Generasi Muda IndonesiaXVG.id - Portal Berita Generasi Muda Indonesia
Font ResizerAa
  • Home
  • Nasional
  • Selebriti
  • Game & E-Sport
  • Musik
  • Fashion
  • Lifestyle
  • Viral & Trending
Search
  • Home
  • Nasional
  • Selebriti
  • Game & E-Sport
  • Musik
  • Fashion
  • Lifestyle
  • Viral & Trending
Have an existing account? Sign In
Follow US
© XVG.co.id - Portal Media Generasi Muda Indonesia
XVG.id - Portal Berita Generasi Muda Indonesia > Blog > Megapolitan > TPU Karet Pasar Baru Barat: Oase Hijau di Tengah Hiruk Pikuk Jakarta
Megapolitan

TPU Karet Pasar Baru Barat: Oase Hijau di Tengah Hiruk Pikuk Jakarta

Redaksi XVG
Last updated: 5 November 2025 6:24 am
Redaksi XVG
Share
6 Min Read

Di tengah gemuruh kendaraan di Jalan KH Mas Mansyur, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, terdapat sebuah kawasan yang menawarkan suasana berbeda dari hiruk pikuk sekitarnya. Hanya beberapa meter dari jalan protokol yang dipenuhi gedung perkantoran, hotel, dan apartemen mewah, suasana berubah drastis ketika kita melangkah memasuki gerbang Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Pasar Baru Barat.

Begitu melewati gapura besi di depan, hawa panas kota berganti dengan keteduhan pepohonan besar yang menaungi jalan setapak sempit. Udara terasa lembap, dengan aroma tanah basah bercampur wangi rumput yang baru dipotong. Dari kejauhan, terdengar suara sapu lidi yang ritmis menyapu dedaunan kering. Seekor kucing melintas perlahan di antara nisan-nisan yang berdiri rapat, sementara burung pipit sesekali beterbangan di atas dahan flamboyan tua.

Hanya sesekali terdengar suara langkah petugas berpakaian oranye yang tengah bekerja atau lirih doa dari seorang peziarah yang duduk di tepi makam blok A2. TPU Karet Pasar Baru Barat (PSBB) tampak seperti “pulau hijau” di tengah lautan beton ibu kota. Dari atas gedung-gedung tinggi di sekitarnya, area seluas hampir 6,9 hektare itu tampak mencolok karena dipenuhi rimbunan pohon dan deretan batu nisan yang tersusun rapat.

Operator TPU, Ade Rendra, menjelaskan bahwa seluruh lahan kini telah terisi penuh sejak 2017. “Sudah penuh sejak tahun 2017. Sekarang hanya melayani makam tumpang saja,” ujar Ade saat ditemui Kompas.com, Rabu (22/10/2025). Ade menunjukkan peta kawasan TPU yang terbagi menjadi lima blok besar AA1, AA2, A1, A2, dan A3. “Bedanya hanya di lokasi biar tertata. Di setiap blok ada beberapa blat, totalnya 51 blat,” tutur Ade sambil menunjuk peta lusuh di dinding ruang operator yang warnanya mulai memudar karena panas dan lembap.

TPU ini merupakan area pemakaman khusus umat Islam yang dikelola oleh Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat Zona 1, bersama TPU Karet Bivak. Di hari-hari biasa, suasana TPU cenderung sepi. Hanya satu dua peziarah datang membawa bunga tabur dan air mawar. Di antara nisan-nisan tua, petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) terlihat tekun menyapu jalan setapak, memotong rumput liar, dan mengangkut tumpukan daun kering ke gerobak. “Pembabatan rumput kami lakukan rutin, Senin sampai Jumat. Penyapuan dan pengangkutan sampah dilakukan setiap hari. Di sini ada empat zona kerja supaya area tetap bersih,” jelas Ade.

Selain petugas resmi, beberapa keluarga juga mempekerjakan perawat pribadi untuk membersihkan makam anggota keluarga mereka. “Itu boleh, asal tidak mengganggu area makam lain dan tetap sesuai aturan,” kata dia. Namun, suasana berubah ketika akhir pekan tiba. Jumlah peziarah meningkat, terutama pada Minggu pagi atau menjelang hari besar keagamaan. “Kalau Sabtu atau Minggu biasanya agak ramai. Tapi di luar itu, ya sepi begini saja. Satu atau dua orang saja yang datang,” ujar Ade sambil menatap barisan nisan yang berdiri rapat tanpa celah tanah kosong.

Kepadatan makam di TPU Karet Pasar Baru Barat membuat pemakaman baru tak lagi dimungkinkan. Sejak delapan tahun terakhir, satu-satunya opsi bagi warga yang ingin dimakamkan di sini adalah makam tumpang. Jenazah baru dimakamkan di atas liang keluarga yang sudah ada, dengan syarat izin dan persetujuan ahli waris. Kepala Satuan Pelaksana TPU Zona 1, Rizki Septia Hadi, menjelaskan bahwa kebijakan ini diterapkan karena tidak ada lagi lahan baru di wilayah Jakarta Pusat. “Kalau ada warga yang ingin dimakamkan tapi tidak punya anggota keluarga yang dimakamkan di sini, kami arahkan ke TPU lain seperti Tegal Alur atau Srengseng Sawah,” kata Rizki.

Dari Januari hingga Oktober 2025, tercatat 815 pemakaman tumpang dilakukan di TPU Karet Pasar Baru Barat. Setiap harinya, rata-rata ada satu hingga tiga prosesi pemakaman, meski pada waktu-waktu tertentu bisa mencapai lima kali dalam sehari. Untuk melakukan pemakaman tumpang, keluarga harus menyiapkan dokumen seperti Izin Penggunaan Tanah Makam (IPTM) lama, surat kematian, fotokopi KTP dan KK ahli waris, serta akta kematian. “Kalau akta kematian belum keluar, bisa menyusul setelah prosesi pemakaman. Kami memahami kondisi keluarga yang sedang berduka,” ujar dia. Satu petak makam umumnya dapat menampung hingga empat jenazah, meski dalam kondisi tertentu bisa mencapai lima atau enam, tergantung kedalaman liang dan persetujuan keluarga.

Di beberapa sudut TPU, Kompas.com mendapati sejumlah makam yang tampak menonjol dari tanah di sekitarnya. Permukaannya lebih tinggi sekitar 40–60 sentimeter dibanding makam di sekelilingnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa TPU Karet Pasar Baru Barat tetap menjadi pilihan utama bagi banyak keluarga, meskipun dengan keterbatasan lahan yang ada. Dengan pengelolaan yang baik dan kebijakan pemakaman tumpang, TPU ini terus berfungsi sebagai tempat peristirahatan terakhir yang damai di tengah hiruk pikuk ibu kota.

Share This Article
Facebook Twitter Email Copy Link Print
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
TwitterFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Popular News

Banjir di Jalan Jatiwaringin Bekasi: Lalu Lintas Kembali Normal Meski Masih Ada Genangan
8 Maret 2025
Penangkapan Pelaku Pembacokan Buruh Harian di Bekasi: Kronologi dan Tindakan Kepolisian
14 Mei 2025
Iqlima Kim, Potret Keanggunan dan Pesona Sang Mantan Aspri Hotman Paris
8 November 2024
Lokasi Samsat Keliling di Jakarta untuk Pemutihan Pajak Kendaraan
25 Juli 2025
XVG.id - Portal Berita Generasi Muda Indonesia

Memberships

  • Redaksi
  • Tentang Kami

Quick Links

  • Syarat dan Ketentuan Privasi
  • Iklan
  • Pedoman Siber
FacebookLike
TwitterFollow
YoutubeSubscribe

© XVG.co.id – Portal Media Generasi Muda Emas Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?