Presidium Alumni (PA) 212 tengah mempersiapkan reuni akbar yang akan digelar pada 2 Desember 2025 di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Acara ini diharapkan menjadi momentum penting dalam merajut persatuan bangsa, dengan mengundang sejumlah tokoh nasional untuk hadir.
Beberapa tokoh penting telah diundang untuk menghadiri acara ini, termasuk Presiden Prabowo Subianto, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tamsil Linrung, serta mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan. Juru Bicara PA 212, Aziz Yanuar, mengonfirmasi undangan tersebut kepada Kompas.com pada Selasa, 25 November 2025. “Pak Presiden kami undang. Kemudian ada tokoh-tokoh yang juga kami undang, misalnya Pak Anies Baswedan, Pak Sufmi Dasco Ahmad dan Pak Tamsil Linrung,” ujarnya.
Undangan resmi telah disampaikan kepada Presiden Prabowo, namun hingga saat ini belum ada respons dari pihak Istana. Meski demikian, panitia tetap berharap agar Presiden dapat hadir dalam reuni akbar ini. “Memang kami fokusnya merajut persatuan dalam pemerintah Pak Prabowo yang baru berjalan,” kata Aziz.
Selain tokoh-tokoh tersebut, panitia juga membuka undangan bagi para menteri Kabinet Merah Putih. Undangan ini bersifat terbuka, sehingga diharapkan dapat dihadiri oleh berbagai kalangan. Acara reuni akan dimulai pukul 18.00 WIB, namun peserta diperbolehkan hadir sejak siang atau sore hari. “Jadi reuni ini terbuka untuk semua ya, bukan untuk satu atau dua kalangan saja,” tambah Aziz.
Reuni 212 tahun ini merupakan yang kedelapan sejak aksi 212 pertama kali digelar pada 2016. Tema yang diusung adalah “Revolusi Akhlak untuk Selamatkan NKRI dari Penjahat dan Merdekakan Palestina dari Penjajah.” Tema ini diharapkan dapat menginspirasi peserta untuk berkontribusi dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, reuni akbar PA 212 di Monas diharapkan dapat berjalan lancar dan sukses. Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan solidaritas nasional. Semoga kehadiran para tokoh nasional dapat memberikan semangat dan inspirasi bagi seluruh peserta yang hadir.