Sebuah video yang menampilkan aksi protes warga di kawasan Pondok Hijau, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, menjadi viral di media sosial. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @laporanjakarta pada Rabu, 4 November 2025, dan menunjukkan sekelompok warga yang menggelar demonstrasi.
Dalam video tersebut, sejumlah warga terlihat membentangkan spanduk sebagai bentuk penolakan terhadap rencana pembangunan akses jalan baru yang akan melintasi permukiman mereka. Aksi ini merupakan respons terhadap proyek pembangunan jalan menuju kawasan hunian baru yang dianggap mengganggu kenyamanan warga Pondok Hijau.
Di lokasi aksi, tampak petugas Satpol PP, kepolisian, serta perwakilan kelurahan berjaga untuk memastikan keamanan selama demonstrasi berlangsung. Warga yang berpartisipasi dalam aksi ini terlihat berdiri berkelompok di jalan yang relatif sempit, sementara beberapa di antaranya merekam kejadian tersebut menggunakan ponsel.
Lurah Pisangan, Martyasto, mengonfirmasi bahwa aksi protes ini memang terjadi dan telah berlangsung beberapa hari sebelumnya. “Ini terkait dengan ketidaksetujuan warga terhadap akses jalan perumahan Balboa Estate yang akan melewati Pondok Hijau,” ujar Martyasto saat diwawancarai oleh Kompas.com pada Selasa, 5 November 2025.
Martyasto menjelaskan bahwa proyek pembangunan akses jalan tersebut telah memiliki izin lengkap dan mendapat rekomendasi dari dinas terkait di Pemerintah Kota Tangerang Selatan. “Izin dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan sudah ada,” tegasnya.
Menurut Martyasto, jalan yang dipermasalahkan warga saat ini sudah menjadi aset Pemerintah Kota Tangerang Selatan. “Warga menyerahkan jalan ini secara sepihak pada tahun 2016 dan diperbarui pada 2025,” jelasnya.
Pihak kelurahan telah beberapa kali memfasilitasi mediasi antara warga dan pengembang perumahan, dengan satu kali pertemuan pada 2024 dan dua kali pada 2025. “Pertemuan terakhir diadakan di aula kelurahan, dihadiri oleh Polres Tangsel, Polsek, Koramil, dan pihak kecamatan,” kata Martyasto.
Dalam pertemuan terakhir, warga sempat mengajukan permintaan kompensasi terkait pembangunan jalan tersebut. Namun, Martyasto tidak menyebutkan jumlah kompensasi yang diminta. “Warga memang sempat meminta kompensasi. Untuk nilainya, bisa langsung ditanyakan ke warga,” ujarnya.
Aksi protes warga Pondok Hijau ini menyoroti ketegangan antara kebutuhan pembangunan infrastruktur dan kepentingan masyarakat setempat. Diharapkan, melalui dialog dan mediasi yang berkelanjutan, solusi yang adil dan memuaskan bagi semua pihak dapat tercapai.