Andi (41), seorang warga yang tinggal di sekitar Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, mengungkapkan bahwa penumpukan sampah di lokasi tersebut semakin parah. Menurutnya, banyak warga dari luar wilayah yang membuang sampah di TPS ini, terutama pada malam hari ketika petugas tidak bertugas.
“Biasanya orang luar buangnya malam, saat sepi petugas. Sampah yang diangkut biasanya diletakkan di gerobak sebelum diangkut ke truk,” ujar Andi saat ditemui pada Kamis (6/11/2025).
Petugas Suku Dinas (Sudin) Lingkungan Hidup (LH) Jakarta memang rutin mengangkut sampah dari TPS tersebut. Namun, volume sampah yang terlalu banyak membuat penumpukan sulit diatasi. “Sampahnya terlalu banyak, armadanya kurang. Dulu, saat TPS masih dibuka, ada alat berat sehingga sampah tidak sampai ke jalan,” jelas Andi.
Andi berharap agar TPS yang sebelumnya beroperasi dapat diaktifkan kembali. Hal ini diharapkan dapat mencegah sampah meluber ke jalan dan mengganggu aktivitas warga. “Seharusnya TPS yang ditutup diaktifkan kembali agar sampah tidak meluber ke jalan,” tambahnya.
Marti (83), warga lainnya, juga mengeluhkan hal serupa. Ia sering melihat orang dari luar wilayah membuang sampah menggunakan sepeda motor pada malam hari. “Yang bikin penuh itu yang dari luar, buangnya malam saat sepi petugas, biasanya bawa satu kantong,” kata Marti.
Marti berharap pemerintah dapat menata ulang pengelolaan TPS di Penggilingan agar penumpukan sampah tidak kembali terjadi. “Pengennya dibenahi saja, kalau ditutup seluruhnya atau dilarang susah, biar rapi agar sampah tidak kemana-mana,” ungkapnya.
Sebelumnya, sebuah video yang menunjukkan tumpukan sampah menutupi jalan di kawasan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, menjadi viral di media sosial. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @infopenggilingan. Dalam rekaman itu, terlihat tumpukan sampah meluber ke jalan hingga menghalangi pengendara.
Selain itu, genangan air dari tumpukan sampah juga mengalir ke jalan dan menimbulkan bau tidak sedap, seperti dikeluhkan oleh perekam video. “Tumpukan sampah tersebut bukan cuma menimbulkan pandangan tak sedap dan bau tak sedap di sekitar lokasi, tapi juga sudah meluber hingga menutupi akses jalan menuju salah satu komplek di dekat TPS,” tulis keterangan Instagram @infopenggilingan.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, jalan yang sebelumnya tertutup kini sudah dapat dilalui kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil. Namun, pengendara harus melambat karena sejumlah gerobak sampah masih terparkir di sepanjang jalan. Kondisi jalan juga tampak basah dan licin akibat air yang mengalir dari tumpukan sampah, disertai aroma menyengat di sekitar lokasi.
Tumpukan sampah didominasi oleh sampah rumah tangga, seperti sisa makanan, yang menarik banyak lalat di area tersebut. Terlihat dua truk sampah sedang bekerja mengangkut sampah yang masih menumpuk, sementara beberapa gerobak sampah menunggu giliran untuk membuang muatan.
Warga berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah penumpukan sampah di TPS Penggilingan. Pengelolaan yang lebih baik dan pengaktifan kembali TPS yang ditutup diharapkan dapat menjadi solusi untuk mencegah masalah serupa di masa depan. Dengan demikian, lingkungan sekitar dapat kembali bersih dan nyaman bagi warga yang tinggal di sekitarnya.