XVG.id - Portal Berita Generasi Muda Indonesia
  • Home
  • Viral
  • Nasional
  • Selebriti
  • E-Sport
  • Musik
  • Fashion
  • Lifestyle
Reading: Krisis Sanitasi di Gang Kelinci: Tantangan dan Harapan Warga
Share
  • Subscribe US
Notification
XVG.id - Portal Berita Generasi Muda IndonesiaXVG.id - Portal Berita Generasi Muda Indonesia
Font ResizerAa
  • Home
  • Nasional
  • Selebriti
  • Game & E-Sport
  • Musik
  • Fashion
  • Lifestyle
  • Viral & Trending
Search
  • Home
  • Nasional
  • Selebriti
  • Game & E-Sport
  • Musik
  • Fashion
  • Lifestyle
  • Viral & Trending
Have an existing account? Sign In
Follow US
© XVG.co.id - Portal Media Generasi Muda Indonesia
XVG.id - Portal Berita Generasi Muda Indonesia > Blog > Megapolitan > Krisis Sanitasi di Gang Kelinci: Tantangan dan Harapan Warga
Megapolitan

Krisis Sanitasi di Gang Kelinci: Tantangan dan Harapan Warga

Redaksi XVG
Last updated: 4 November 2025 1:32 pm
Redaksi XVG
Share
6 Min Read

Pemandangan yang memprihatinkan masih terlihat di permukiman padat penduduk di Gang Kelinci, RT 07 RW 03, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat. Sebagian warga di wilayah ini masih harus buang air besar (BAB) di WC umum yang pembuangannya langsung mengalir ke kali. Kondisi ini sangat ironis, mengingat warga Gang Kelinci sebenarnya menyadari bahwa mereka hidup dengan sanitasi yang tidak layak.

Amsor, seorang warga setempat berusia 30 tahun, menjelaskan bahwa WC umum yang terbuat dari bilik kayu dan seng menjadi satu-satunya tempat andalan bagi warga yang tidak memiliki toilet di rumah. “Ya, jadi itu emang toilet umum, buat orang-orang yang enggak punya WC ya di rumah. Soalnya beberapa rumah di sini masih enggak punya WC,” kata Amsor saat ditemui di lokasi.

Menurut Amsor, warga tidak membangun WC karena ketiadaan septic tank yang menjadi tempat penampungan kotoran. Akhirnya, warga hanya memiliki kamar mandi yang digunakan untuk mandi dan buang air kecil karena hanya memiliki saluran pembuangan air. “Karena pada enggak punya septic tank, akhirnya enggak pada bikin WC. Udah terbiasa dari dulu, dari jaman saya orok (bayi) udah begini makainya WC umum di depan itu,” jelasnya.

Amsor mengaku memiliki WC di rumahnya, tetapi terpaksa membuat saluran pembuangan yang langsung mengarah ke kali. “Kalau di rumah saya ada WC, tapi sama, enggak ada septic tank juga. Jadi WC langsung aja kita bikinin pipa, ngalirnya langsung buang ke kali,” ungkapnya. Ia menyebut kondisi ini lumrah terjadi di wilayahnya yang padat penduduk, termasuk di Gang Kelinci. “Rata-rata emang pada enggak punya septic tank karena ya lahannya sempit. Maksudnya kalau misal bikin septic tank juga mau ditaruh di mana,” tambahnya.

Amsor memperkirakan ada sekitar lima rumah yang memang selalu menggunakan bilik WC umum tersebut setiap hari. Namun, jumlah pengguna WC umum itu bisa jauh lebih banyak, terutama dalam kondisi mendesak. Ia mencontohkan, rumahnya berisi enam hingga tujuh orang, sementara kamar mandi hanya ada satu. “Jadi kalau emang penuh atau lagi ramai rumahnya, biasanya mereka alternatifnya ke situ (WC umum). Udah biasa,” kata Amsor.

Amsor juga mengungkapkan, di Gang Kelinci dulunya terdapat sekitar delapan bilik WC yang berjajar dan digunakan warga. Namun, seiring waktu, saat sebagian warga mulai membangun WC di rumah masing-masing, WC umum itu semakin jarang digunakan hingga akhirnya dirobohkan. Kini hanya tersisa dua bilik. “Dulu mah banyak, dulu tuh ada enam apa delapan bilik itu berjejer. Dari gang sebelah RT sebelah juga ke sini,” ucapnya.

Amsor mengaku belum pernah melihat pejabat setempat meninjau langsung kondisi kumuh di Gang Kelinci. Terkadang hanya ada perwakilan dinas yang datang untuk meninjau lokasi dan memotret sejumlah titik. Meski begitu, ia meyakini pemerintah di tingkat atas sebenarnya sudah mengetahui kondisi tersebut dari laporan RT maupun RW. “Biasanya yang datang itu orang-orang dinas kayaknya. Tapi ya sudah, mereka itu cuma moto-moto aja, enggak pernah ada bilang rencana apa, rencana apa dirapihin. Enggak, cuma difoto-foto doang aja buat laporan,” tutur Amsor.

Amsor berharap ada langkah nyata dari pemerintah karena ia ingin merasakan hidup di lingkungan yang bersih dan sehat tanpa harus membuang kotoran manusia ke aliran kali. “Harapannya ya bisa ada langkah perbaikan lah gitu supaya lebih nyaman, lebih bersih. Namanya zaman sekarang, mungkin orang kalau melihat rumah-rumah di sini, nyebutnya sudah dianggap kumuh kali ya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 07 RW 03 Kemanggisan, Mia, membenarkan kondisi warganya yang masih BAB di atas kali. “Iya memang dari dulu di sini seperti itu (BAB di kali), karena memang pada enggak punya WC. Dulu juga saya waktu kecil ya BAB di WC umum,” ujarnya. Menurut Mia, pihak kelurahan sebenarnya sudah lama melarang warga membuang kotoran ke kali karena menyebabkan pencemaran dan penyakit.

Mia menjelaskan bahwa program pemerintah seperti pembuatan septic tank komunal sebenarnya ada dan gratis karena dibiayai oleh anggaran daerah. “Tingkat wali kota, DKI itu sudah ada dana untuk menggali septic tank. Itu pun sudah dilacak-lacak masing-masing RT, RW, sudah ada data yang mau dibenahin. Tapi kita tempatnya enggak ada,” ucapnya. Masalah lahan ini, kata dia, terjadi karena kondisi RT 07 sangat padat dan merupakan wilayah terpadat di seluruh Kelurahan Kemanggisan.

Mia berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah kota maupun provinsi untuk membenahi Gang Kelinci. Salah satu usulannya adalah agar wali kota atau gubernur menyumbangkan dana untuk membeli sebagian tanah warga yang bisa digunakan membangun septic tank komunal. “Kalau misal ada bantuan, ada dananya, kan kita bisa ini, ‘sini saya beli tanahnya’, terus kita jadiin septic tank bersama. Atau bikin WC umum yang bener gitu, yang nyaman dilihatnya juga,” ucapnya.

Dengan adanya perhatian dan langkah konkret dari pemerintah, diharapkan masalah sanitasi di Gang Kelinci dapat segera teratasi, sehingga warga dapat hidup dalam lingkungan yang lebih sehat dan layak.

TAGGED:Gang Kelinci
Share This Article
Facebook Twitter Email Copy Link Print
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
TwitterFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Popular News

Muhammadiyah Tolak Usulan Sekolah Swasta Gratis, Mendikdasmen: Masih Perlu Kajian
4 Juni 2025
Hujan Deras Sebabkan Banjir di Pasar Kemiri Muka Depok, Genangan Capai 40 Cm
4 Desember 2025
Dukungan HMI Terhadap Kebijakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk Menghentikan Penyalahgunaan LPG Subsidi 3 Kg
7 Februari 2025
Arahan Megawati Soekarnoputri: Penundaan Retret di Magelang untuk Kader PDIP
23 Februari 2025
XVG.id - Portal Berita Generasi Muda Indonesia

Memberships

  • Redaksi
  • Tentang Kami

Quick Links

  • Syarat dan Ketentuan Privasi
  • Iklan
  • Pedoman Siber
FacebookLike
TwitterFollow
YoutubeSubscribe

© XVG.co.id – Portal Media Generasi Muda Emas Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?