Pada tanggal 20 November 2025, sebuah ledakan mengguncang SMAN 72 Jakarta, meninggalkan jejak kehancuran dan kepanikan di kalangan siswa dan staf sekolah. Insiden ini terjadi di tengah jam pelajaran, mengakibatkan beberapa korban mengalami luka-luka. Ledakan tersebut diduga berasal dari tabung gas yang meledak di salah satu laboratorium sekolah.
Seluruh korban yang terdampak oleh ledakan ini telah mengajukan permohonan perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Mereka merasa perlu mendapatkan perlindungan hukum dan psikologis mengingat trauma yang dialami pasca kejadian. LPSK diharapkan dapat memberikan dukungan yang diperlukan untuk membantu para korban pulih dari pengalaman traumatis ini.
Pihak sekolah, dalam pernyataannya, menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut dan berjanji untuk bekerja sama dengan pihak berwenang dalam penyelidikan lebih lanjut. Pemerintah daerah juga telah turun tangan dengan memberikan bantuan medis dan psikologis kepada para korban. Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan sekolah sedang dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Penyelidikan awal menunjukkan bahwa ledakan kemungkinan besar disebabkan oleh kebocoran gas di laboratorium. Tim forensik dan kepolisian telah dikerahkan untuk mengumpulkan bukti dan memastikan penyebab pasti dari insiden ini. Hasil penyelidikan diharapkan dapat memberikan kejelasan dan mencegah spekulasi yang tidak berdasar di masyarakat.
Trauma yang dialami oleh para korban tidak hanya bersifat fisik tetapi juga psikologis. Banyak siswa yang mengalami ketakutan dan kecemasan setelah kejadian tersebut. Oleh karena itu, dukungan psikologis menjadi sangat penting untuk membantu mereka mengatasi trauma dan kembali ke kehidupan normal. LPSK dan pihak terkait lainnya diharapkan dapat memberikan pendampingan yang memadai.
Sebagai langkah pencegahan, pihak sekolah dan pemerintah berencana untuk meningkatkan standar keselamatan di seluruh sekolah di Jakarta. Pelatihan keselamatan dan simulasi evakuasi darurat akan diadakan secara rutin untuk memastikan kesiapan semua pihak dalam menghadapi situasi darurat. Selain itu, pemeriksaan berkala terhadap fasilitas sekolah, terutama yang berpotensi menimbulkan bahaya, akan dilakukan secara ketat.
Insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan di lingkungan pendidikan. Dengan adanya dukungan dari LPSK dan langkah-langkah pencegahan yang tepat, diharapkan para korban dapat pulih dan kejadian serupa dapat dihindari di masa depan. Kolaborasi antara pihak sekolah, pemerintah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi semua siswa.