Pasar Jombang di Ciputat, Tangerang Selatan, mendadak menjadi pusat perhatian pada Rabu pagi (29/10/2025) ketika suasana pasar yang biasanya ramai berubah menjadi ricuh. Seorang pria yang dikenal sering meminta “jatah preman” mengamuk setelah permintaannya tidak dipenuhi oleh seorang pedagang ayam. Insiden ini terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, saat aktivitas jual beli sedang berlangsung dengan ramai.
Pelaku, yang dikenal sering meminta uang secara paksa, kali ini meminta Rp 5.000 kepada salah satu pedagang. Ketika permintaannya tidak dipenuhi, ia langsung mengamuk dan mulai mengacak-acak dagangan. Agus, seorang pedagang ayam di pasar tersebut, menyaksikan langsung kejadian tersebut. “Dia mintanya maksa terus enggak dikasih, malah dagangan diacak-acak, dilempar-lemparin,” ungkap Agus.
Kepanikan melanda pasar ketika pelaku mulai melempari korban dengan berbagai bahan dagangan, mulai dari tempe hingga ayam potong. Para pedagang dan pembeli berlarian menyelamatkan diri, meninggalkan pasar yang mendadak sepi. “Pas lagi rame-ramenya ada kejadian, jadinya sepi. Pada panik semuanya, pembeli sama pendagang, pada lindungin diri di dalam. Soalnya pelaku bawa sajam jadi pada takut,” jelas Agus.
Setelah sempat pergi, pelaku kembali dengan membawa sebilah golok yang diambil dari lapak Agus. Ia mencoba menyerang korban yang sedang duduk, namun serangannya meleset dan hanya mengenai ember. Warga sekitar segera menyelamatkan korban ke dalam kios untuk menghindari bahaya lebih lanjut. Sementara itu, pelaku melarikan diri dan meninggalkan golok di lokasi kejadian. “Diselamatin sama warga, dibawa ke dalam biar aman. Pelaku kabur, goloknya ditinggal,” tambah Agus.
Agus mengungkapkan bahwa pelaku dikenal di pasar karena sering meminta uang kepada pedagang setiap hari, dengan nominal antara Rp 5.000 hingga Rp 10.000. “Sering banget. Sama saya juga pernah dimintain. Kalau enggak dikasih, dia ngamuk,” kata Agus. Tindakan pungli ini membuat para pedagang resah, karena aksi serupa dilakukan bergantian oleh orang lain dengan cara memaksa. Jika tidak diberi, para preman akan mengacak-acak dagangan pedagang.
Siska, seorang pedagang lain, mengaku lebih memilih memberikan uang daripada berurusan dengan pelaku. “Pernah enggak ngasih, terus dia ngamuk. Saya sih malas ribut, jadi saya kasih aja Rp 5.000,” ujarnya.
Menurut para pedagang, pelaku merupakan residivis kasus serupa yang baru tiga hari bebas dari penjara. “Dulu kasusnya sama, preman juga, tapi waktu itu di konter,” kata Agus. Kapolsek Ciputat Timur, Komisaris Bambang Askar Sodiq, membenarkan insiden tersebut dan menyatakan bahwa korban telah membuat laporan resmi ke kepolisian. “Korban sudah kami bawa untuk buat laporan polisi,” ujar Bambang.
Hingga kini, polisi masih memburu pelaku yang melarikan diri. Petugas juga berkoordinasi dengan pengelola pasar dan warga sekitar untuk memastikan situasi tetap kondusif. Langkah-langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya insiden serupa dan menjaga keamanan serta ketertiban di Pasar Jombang. Dengan adanya kejadian ini, diharapkan semua pihak dapat lebih waspada dan bekerja sama untuk menciptakan lingkungan pasar yang aman dan nyaman bagi semua.