Pada 24 November 2025, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Komisi Digital Indonesia (Komdigi) meluncurkan inisiatif baru untuk membatasi akses internet bagi anak-anak. Langkah ini dilakukan melalui penerapan sistem verifikasi usia dan pengawasan orang tua, dengan tujuan melindungi anak-anak dari konten yang tidak sesuai dan berbahaya. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih baik bagi generasi muda di era digital.
Kebijakan ini muncul sebagai respons terhadap meningkatnya kekhawatiran akan dampak negatif internet terhadap anak-anak. Banyak anak yang terpapar konten yang tidak sesuai usia, seperti kekerasan dan pornografi, yang dapat mempengaruhi perkembangan mental dan emosional mereka. “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak dapat menggunakan internet dengan aman dan mendapatkan manfaat positif dari teknologi,” ujar seorang pejabat DKI Jakarta.
Sistem verifikasi usia akan diterapkan pada berbagai platform digital yang sering diakses oleh anak-anak. Proses ini melibatkan pengisian data pribadi dan konfirmasi dari orang tua atau wali. Selain itu, orang tua juga didorong untuk lebih aktif dalam mengawasi aktivitas online anak-anak mereka. “Kami menyediakan panduan dan alat bantu bagi orang tua untuk memantau penggunaan internet anak-anak,” tambah pejabat tersebut.
Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan manfaat signifikan dalam melindungi anak-anak dari konten berbahaya. Namun, ada tantangan yang harus dihadapi, seperti memastikan sistem verifikasi berjalan efektif dan tidak mengganggu privasi pengguna. “Kami berkomitmen untuk terus memantau dan memperbaiki sistem ini agar dapat memberikan perlindungan maksimal,” ujar seorang anggota Komdigi.
Inisiatif ini mendapat tanggapan positif dari masyarakat, terutama para orang tua yang khawatir akan dampak negatif internet terhadap anak-anak mereka. Banyak yang berharap kebijakan ini dapat diimplementasikan dengan baik dan memberikan hasil yang diharapkan. “Kami sangat mendukung langkah ini dan berharap dapat memberikan perlindungan lebih baik bagi anak-anak kami,” kata seorang orang tua.
Kerja sama antara DKI Jakarta dan Komdigi dalam membatasi akses internet anak melalui verifikasi usia dan pengawasan orang tua merupakan langkah proaktif dalam melindungi generasi muda dari konten berbahaya. Dengan dukungan dari masyarakat dan upaya berkelanjutan dari pemerintah, diharapkan kebijakan ini dapat memberikan dampak positif dan menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak. “Kami percaya bahwa dengan kerja sama semua pihak, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik dan aman bagi anak-anak kita,” tutup pejabat DKI Jakarta dengan optimisme.