Kasus penembakan yang menimpa seorang bos rental mobil di Jakarta telah mengguncang banyak pihak, terutama keluarga korban. Insiden ini terjadi pada awal tahun 2025 dan telah menjadi sorotan media nasional. Pelaku penembakan, yang telah diidentifikasi dan ditangkap oleh pihak berwenang, kini menghadapi proses hukum yang panjang.
Anak dari bos rental tersebut, yang namanya dirahasiakan demi privasi, mengungkapkan perasaan syok dan sakit hati atas hukuman yang dijatuhkan kepada pelaku. Dalam sebuah wawancara eksklusif, ia menyatakan bahwa hukuman yang diberikan tidak sebanding dengan penderitaan yang dialami keluarganya. “Kami merasa keadilan belum sepenuhnya ditegakkan,” ujarnya dengan suara bergetar.
Proses hukum terhadap pelaku penembakan ini telah memasuki tahap akhir. Pengadilan memutuskan untuk memberikan hukuman penjara selama 15 tahun kepada pelaku. Keputusan ini menuai berbagai reaksi dari masyarakat, terutama dari pihak keluarga korban yang merasa hukuman tersebut terlalu ringan. Mereka berharap agar ada peninjauan kembali terhadap putusan tersebut.
Tidak hanya kehilangan sosok ayah, keluarga korban juga harus menghadapi trauma psikologis yang mendalam. Anak korban mengungkapkan bahwa kejadian ini telah mengubah hidupnya secara drastis. “Setiap hari kami harus berjuang untuk melanjutkan hidup tanpa kehadiran ayah,” katanya. Ia juga menambahkan bahwa dukungan dari teman dan kerabat sangat membantu mereka dalam menghadapi masa-masa sulit ini.
Keluarga korban terus berjuang untuk mendapatkan keadilan yang mereka rasa layak. Mereka telah mengajukan banding atas putusan pengadilan dan berharap agar hukuman yang lebih berat dapat dijatuhkan kepada pelaku. “Kami hanya ingin keadilan ditegakkan, agar tidak ada lagi keluarga yang mengalami hal serupa,” tegas anak korban.
Kasus penembakan ini tidak hanya menjadi ujian bagi sistem peradilan di Indonesia, tetapi juga mengingatkan kita akan pentingnya keadilan bagi para korban kejahatan. Keluarga korban berharap agar kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak dan mendorong perubahan dalam penegakan hukum di masa depan. Sementara itu, mereka terus berjuang untuk mendapatkan keadilan yang sejati bagi almarhum ayah mereka.