Pada tanggal 30 September 2025, kawasan sekitar Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, menjadi sorotan publik akibat banyaknya sampah yang berserakan di trotoar. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan, terutama karena kawasan tersebut merupakan salah satu ikon penting di ibu kota yang sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Sampah yang menumpuk tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan pejalan kaki.
Banyak pihak menuding bahwa keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar kawasan Istiqlal menjadi salah satu penyebab utama menumpuknya sampah. Para PKL yang berjualan di area tersebut diduga tidak mengelola sampah dagangan mereka dengan baik, sehingga sampah berserakan di trotoar. “Kami melihat banyak sampah plastik dan sisa makanan yang berserakan di sekitar lapak PKL,” ujar seorang warga yang sering melintasi kawasan tersebut.
Menanggapi situasi ini, pihak pengelola kawasan Istiqlal menyatakan bahwa mereka telah berupaya untuk menjaga kebersihan area tersebut dengan rutin melakukan pembersihan. Namun, mereka mengakui bahwa tantangan terbesar adalah kesadaran para PKL dan pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya. “Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik dalam mengatasi masalah sampah ini,” kata seorang perwakilan pengelola.
Pemerintah Kota Jakarta Pusat telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah sampah di kawasan Istiqlal. Salah satunya adalah dengan meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah dan menambah jumlah tempat sampah di area tersebut. Selain itu, pemerintah juga berencana untuk melakukan sosialisasi kepada para PKL dan pengunjung mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. “Kami berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk menjaga kebersihan kawasan ini,” ujar seorang pejabat pemerintah.
Masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga kebersihan kawasan Istiqlal. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan dan memanfaatkan tempat sampah yang telah disediakan menjadi kunci dalam mengatasi masalah ini. “Kami mengimbau kepada semua pengunjung dan PKL untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan,” tambah seorang aktivis lingkungan yang turut prihatin dengan kondisi tersebut.
Dengan adanya upaya dari berbagai pihak, diharapkan kawasan Istiqlal dapat kembali bersih dan nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan kawasan ini tidak hanya penting untuk kenyamanan pengunjung, tetapi juga untuk menjaga citra positif Jakarta sebagai ibu kota negara. “Kami berharap semua pihak dapat berkontribusi dalam menjaga kebersihan kawasan ini demi kebaikan bersama,” kata seorang tokoh masyarakat setempat.
Masalah sampah di kawasan Istiqlal menjadi perhatian serius yang memerlukan kerjasama dari berbagai pihak. Dengan upaya penanganan yang tepat dan kesadaran masyarakat yang tinggi, diharapkan kawasan ini dapat terjaga kebersihannya. Pemerintah, pengelola, PKL, dan masyarakat harus bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman bagi semua.