XVG.id - Portal Berita Generasi Muda Indonesia
  • Home
  • Viral
  • Nasional
  • Selebriti
  • E-Sport
  • Musik
  • Fashion
  • Lifestyle
Reading: Penyesuaian Tarif Transjakarta: Langkah Pemprov DKI Jakarta Menghadapi Tekanan Fiskal
Share
  • Subscribe US
Notification
XVG.id - Portal Berita Generasi Muda IndonesiaXVG.id - Portal Berita Generasi Muda Indonesia
Font ResizerAa
  • Home
  • Nasional
  • Selebriti
  • Game & E-Sport
  • Musik
  • Fashion
  • Lifestyle
  • Viral & Trending
Search
  • Home
  • Nasional
  • Selebriti
  • Game & E-Sport
  • Musik
  • Fashion
  • Lifestyle
  • Viral & Trending
Have an existing account? Sign In
Follow US
© XVG.co.id - Portal Media Generasi Muda Indonesia
XVG.id - Portal Berita Generasi Muda Indonesia > Blog > Megapolitan > Penyesuaian Tarif Transjakarta: Langkah Pemprov DKI Jakarta Menghadapi Tekanan Fiskal
Megapolitan

Penyesuaian Tarif Transjakarta: Langkah Pemprov DKI Jakarta Menghadapi Tekanan Fiskal

Redaksi XVG
Last updated: 30 Oktober 2025 8:40 am
Redaksi XVG
Share
4 Min Read

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah melakukan kajian mendalam terkait penyesuaian tarif layanan bus Transjakarta. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi fiskal daerah yang semakin tertekan, sekaligus mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat yang beragam.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa pemerintah masih dalam tahap pengkajian besaran tarif baru dengan melibatkan berbagai pihak. Salah satu pertimbangan utama berasal dari masukan warga yang disampaikan melalui media sosial. “Saya juga mendengar rata-rata mereka mengusulkan, di media saya itu antara 5.000 sampai 7.000, rata-rata. Tetapi kami akan memutuskan sesuai dengan nanti apa yang menjadi kemampuan masyarakat,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Pramono mengungkapkan bahwa hingga saat ini, Pemprov DKI Jakarta masih menanggung subsidi besar untuk setiap perjalanan Transjakarta. Dari tarif asli Rp 13.000 per penumpang, masyarakat hanya membayar Rp 3.500, sementara sisanya Rp 9.700 disubsidi pemerintah. Namun, beban subsidi ini semakin berat akibat pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat sebesar Rp15 miliar.

“Kami sedang memfinalkan untuk itu. Sebenarnya di tarif yang lama pun kami sudah memsubsidi per tiket berapa, Rp 9.700. Kan terlalu berat kalau terus-menerus seperti itu, apalagi DBH-nya dipotong,” kata Pramono.

Meski akan ada penyesuaian tarif, Pramono memastikan kebijakan ini tidak akan membebani kelompok masyarakat tertentu. Sebanyak 15 golongan masyarakat, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI/Polri, pelajar, penyandang disabilitas, hingga lanjut usia (lansia), tetap dapat menikmati layanan Transjakarta secara gratis. “Maka untuk itu kami akan melakukan penyesuaian tetapi tidak memberatkan kepada 15 golongan. Karena 15 golongannya kan tetap gratis. Sehingga mereka tetap kita proteksi,” kata Pramono.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa tarif riil perjalanan Transjakarta sebenarnya mencapai Rp13.000 per penumpang. Dari angka tersebut, pemerintah menanggung 86 persen biaya operasional, sementara penumpang hanya menanggung 14 persen sisanya. “Rp 9.700 subsidinya, jadi tambah Rp 3.500 tarifnya. Jadi Rp 13.000,” kata Syafrin di Balai Kota Jakarta, Rabu.

Menurut Syafrin, besarnya subsidi ini sudah berlangsung lama. Tarif Transjakarta terakhir kali disesuaikan pada 2005, dari Rp 2.000 menjadi Rp 3.500, dan belum pernah berubah hingga kini, meski biaya operasional dan inflasi terus meningkat.

Dishub DKI kini tengah menyusun kajian komprehensif untuk menentukan besaran tarif baru Transjakarta. Kajian ini mempertimbangkan dua aspek penting, yakni ability to pay (kemampuan membayar) dan willingness to pay (kemauan membayar) masyarakat. “Tentu kami selalu melakukan update. Karena kita pahami elastisitas tarif terhadap demand itu sangat tinggi. Jadi begitu ada kenaikan tarif, tentu akan berdampak pada jumlah penumpang,” jelas Syafrin.

Ia menegaskan, pemerintah akan berhati-hati dalam menentukan penyesuaian tarif agar tidak menurunkan minat masyarakat menggunakan transportasi publik, yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas warga Jakarta. “Kami terus melakukan simulasi-simulasi untuk mendapatkan angka yang ideal, sehingga ini tidak juga memberatkan masyarakat jika memang ditetapkan Pak Gubernur ada penyesuaian tarif,” ujar Syafrin.

Dengan adanya kajian ini, diharapkan penyesuaian tarif Transjakarta dapat dilakukan secara bijak, sehingga tetap mendukung mobilitas masyarakat tanpa mengabaikan kondisi fiskal daerah yang ada.

TAGGED:Transjakarta
Share This Article
Facebook Twitter Email Copy Link Print
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
TwitterFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Popular News

Penangkapan Bandar Narkoba Besar di Bangkok: Keberhasilan Dittipidnarkoba Bareskrim Polri
22 Desember 2024
Insiden Pembacokan Pelajar di Leuwiliang, Bogor: Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif
15 Februari 2025
Pertemuan Anak Korban Penembakan dengan Gubernur Jawa Barat: Tuntutan Keadilan di Tengah Proses Hukum
15 Januari 2025
Kasus Wartawan Gadungan Memeras Sejoli: Modus dan Kronologi Kejadian
16 Juli 2025
XVG.id - Portal Berita Generasi Muda Indonesia

Memberships

  • Redaksi
  • Tentang Kami

Quick Links

  • Syarat dan Ketentuan Privasi
  • Iklan
  • Pedoman Siber
FacebookLike
TwitterFollow
YoutubeSubscribe

© XVG.co.id – Portal Media Generasi Muda Emas Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?