XVG.id - Portal Berita Generasi Muda Indonesia
  • Home
  • Viral
  • Nasional
  • Selebriti
  • E-Sport
  • Musik
  • Fashion
  • Lifestyle
Reading: Transformasi Kramat Tunggak Menjadi Jakarta Islamic Centre: Perjalanan Sutiyoso
Share
  • Subscribe US
Notification
XVG.id - Portal Berita Generasi Muda IndonesiaXVG.id - Portal Berita Generasi Muda Indonesia
Font ResizerAa
  • Home
  • Nasional
  • Selebriti
  • Game & E-Sport
  • Musik
  • Fashion
  • Lifestyle
  • Viral & Trending
Search
  • Home
  • Nasional
  • Selebriti
  • Game & E-Sport
  • Musik
  • Fashion
  • Lifestyle
  • Viral & Trending
Have an existing account? Sign In
Follow US
© XVG.co.id - Portal Media Generasi Muda Indonesia
XVG.id - Portal Berita Generasi Muda Indonesia > Blog > Megapolitan > Transformasi Kramat Tunggak Menjadi Jakarta Islamic Centre: Perjalanan Sutiyoso
Megapolitan

Transformasi Kramat Tunggak Menjadi Jakarta Islamic Centre: Perjalanan Sutiyoso

Redaksi XVG
Last updated: 28 Agustus 2025 4:20 am
Redaksi XVG
Share
4 Min Read

Kisah metamorfosis Kramat Tunggak dari lokalisasi menjadi Jakarta Islamic Centre adalah salah satu contoh nyata dari upaya pemerintah dalam mengubah citra dan fungsi suatu wilayah. Di bawah kepemimpinan Sutiyoso, mantan Gubernur DKI Jakarta, perubahan ini tidak hanya mengubah wajah fisik daerah tersebut, tetapi juga memberikan dampak sosial dan budaya yang signifikan. Artikel ini akan mengulas perjalanan transformasi ini, tantangan yang dihadapi, serta dampaknya bagi masyarakat sekitar.

Kramat Tunggak, yang terletak di Jakarta Utara, dulunya dikenal sebagai salah satu lokalisasi terbesar di Jakarta. Didirikan pada tahun 1970-an, tempat ini menjadi pusat kegiatan prostitusi yang menampung ribuan pekerja seks komersial. Selama bertahun-tahun, Kramat Tunggak menjadi simbol dari berbagai masalah sosial, termasuk kemiskinan, kriminalitas, dan penyebaran penyakit menular seksual.

Pada tahun 1999, Sutiyoso, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, memutuskan untuk menutup lokalisasi Kramat Tunggak. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk membersihkan citra Jakarta dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sutiyoso menghadapi berbagai tantangan, termasuk protes dari pekerja seks dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan keberadaan lokalisasi tersebut. Namun, dengan tekad yang kuat, ia berhasil menutup Kramat Tunggak dan memulai proses transformasi.

Setelah penutupan lokalisasi, pemerintah DKI Jakarta memulai pembangunan Jakarta Islamic Centre di lokasi yang sama. Proyek ini bertujuan untuk mengubah Kramat Tunggak menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan Islam. Pembangunan dimulai dengan membersihkan area tersebut dan mendirikan berbagai fasilitas, termasuk masjid, pusat pendidikan, dan ruang pertemuan. Jakarta Islamic Centre diresmikan pada tahun 2003 dan sejak itu menjadi salah satu pusat kegiatan Islam terbesar di Jakarta.

Transformasi Kramat Tunggak menjadi Jakarta Islamic Centre membawa dampak sosial dan budaya yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Pertama, perubahan ini membantu mengurangi tingkat kriminalitas dan masalah sosial lainnya yang sebelumnya marak di daerah tersebut. Kedua, Jakarta Islamic Centre menjadi pusat pembelajaran dan kegiatan keagamaan yang menarik banyak pengunjung dari berbagai daerah. Hal ini tidak hanya meningkatkan citra daerah tersebut, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi penduduk setempat melalui peningkatan aktivitas perdagangan dan pariwisata.

Meskipun transformasi ini dianggap sukses, prosesnya tidak lepas dari tantangan. Penutupan lokalisasi menghadapi resistensi dari berbagai pihak, dan pemerintah harus bekerja keras untuk memastikan bahwa para mantan pekerja seks mendapatkan dukungan dan pelatihan untuk beralih ke pekerjaan lain. Selain itu, pembangunan Jakarta Islamic Centre memerlukan koordinasi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait untuk memastikan bahwa proyek ini berjalan lancar dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Transformasi Kramat Tunggak menjadi Jakarta Islamic Centre adalah contoh nyata dari bagaimana kebijakan pemerintah dapat mengubah wajah suatu wilayah dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Di bawah kepemimpinan Sutiyoso, perubahan ini tidak hanya berhasil menghilangkan stigma negatif yang melekat pada Kramat Tunggak, tetapi juga menciptakan pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan yang bermanfaat bagi banyak orang. Dengan komitmen dan kerja sama yang kuat, diharapkan transformasi serupa dapat diterapkan di daerah lain yang menghadapi masalah sosial serupa.

TAGGED:Islamic Centre
Share This Article
Facebook Twitter Email Copy Link Print
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
TwitterFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Popular News

Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Minggu: Solusi Praktis Perpanjangan SIM
28 Juli 2025
Kondisi Memprihatinkan Jembatan Penyeberangan di Margonda, Depok: DLHK Bertindak Cepat
7 Februari 2025
Kejagung Menanggapi Usulan Ahli untuk Menghadirkan Jokowi di Sidang Lembong
29 Juni 2025
Prabowo dan Jokowi Bercanda Soal ‘Cawe-Cawe’ di Pernikahan Anak Hatta Rajasa
7 Februari 2025
XVG.id - Portal Berita Generasi Muda Indonesia

Memberships

  • Redaksi
  • Tentang Kami

Quick Links

  • Syarat dan Ketentuan Privasi
  • Iklan
  • Pedoman Siber
FacebookLike
TwitterFollow
YoutubeSubscribe

© XVG.co.id – Portal Media Generasi Muda Emas Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?