Kashmir yang berada di bawah kendali India kembali dilanda duka setelah serangan bersenjata menewaskan 26 jiwa, termasuk para pelancong. Peristiwa ini terjadi ketika sekelompok orang bersenjata melepaskan tembakan secara membabi buta. Waheed, seorang pemandu wisata di Pahalgam, menjadi saksi mata dari kejadian tragis ini. Ia tiba di lokasi setelah mendengar suara tembakan dan segera membantu mengevakuasi korban yang terluka dengan menunggang kuda.
Dalam wawancaranya dengan AFP, Waheed menggambarkan pemandangan mengerikan di mana beberapa pria tergeletak tak bernyawa di tanah. Saksi lain yang enggan disebutkan namanya menambahkan bahwa para penyerang tampaknya tidak menargetkan wanita. “Para milisi, saya tidak dapat mengatakan berapa jumlahnya, keluar dari hutan dekat padang rumput kecil yang terbuka dan mulai menembaki,” ungkap saksi tersebut. Ia menambahkan bahwa para penyerang mengabaikan wanita dan terus menembaki pria dengan tembakan sporadis yang menyerupai badai.
Kejadian ini memicu kepanikan di antara para wisatawan dan penduduk setempat. Saksi mata melaporkan bahwa puluhan orang berlarian menyelamatkan diri saat tembakan dilepaskan. “Mereka semua berlarian karena panik,” ungkap salah satu saksi.
Sumber keamanan setempat mengungkapkan bahwa turis asing termasuk di antara korban yang ditembak, meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai hal ini. Kepala Menteri Jammu dan Kashmir, Omar Abdullah, mengecam keras serangan tersebut. “Serangan terhadap turis kami adalah kekejian. Pelaku serangan ini tidak manusiawi dan patut dihina,” tegas Abdullah.
Hingga saat ini, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. Namun, wilayah Kashmir yang mayoritas penduduknya Muslim telah lama menjadi pusat pemberontakan sejak tahun 1989. Kelompok-kelompok pemberontak di wilayah ini sering kali menginginkan kemerdekaan atau penggabungan dengan Pakistan, yang saat ini menguasai sebagian kecil wilayah Kashmir.
Serangan ini menambah daftar panjang kekerasan di Kashmir dan menyoroti ketegangan yang terus berlanjut di wilayah tersebut. Dengan belum adanya pihak yang mengaku bertanggung jawab, situasi keamanan di Kashmir tetap menjadi perhatian serius bagi pemerintah India dan masyarakat internasional.