XVG – Empat korban dari insiden tragis di Gerbang Tol (GT) Ciawi 2, Kota Bogor, termasuk pengemudi truk bernama Bendi, saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Ciawi, Kabupaten Bogor. Sementara itu, satu korban lainnya telah dirujuk ke RS Kramat Jati, Jakarta, untuk mendapatkan penanganan dari dokter spesialis tertentu. Direktur RSUD Ciawi, Fusia Meidiawati, mengonfirmasi bahwa pasien yang dirawat di RSUD Ciawi terdiri dari Pak Bendi, Pak Sukanta, Pak Dani, dan adik Ryuji. “Kemarin, kami merujuk Pak Wahyudin ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati agar dapat diperiksa oleh dokter spesialis bedah thorax, karena kebetulan spesialis tersebut belum tersedia di sini,” ujar Fusia pada Senin (10/2/2025).
Pasien bernama Wahyudin dirujuk ke RS Kramat Jati karena mengalami cedera pada tulang dada akibat kecelakaan tersebut. Meskipun demikian, kondisi Wahyudin saat dirujuk dinyatakan stabil. “Dalam perjalanan penyakitnya, kami melakukan rontgen dada secara serial dan menemukan adanya sesuatu yang mengenai tulang dadanya. Untuk keamanan, memang harus diperiksa oleh spesialis bedah thorax,” jelas Fusia. “Karena RS Ciawi belum memiliki spesialis tersebut, kami memutuskan untuk merujuknya ke RS Polri Kramat Jati. Namun, kondisi Wahyudin tetap stabil saat dirujuk,” tambahnya.
Fusia juga menyampaikan bahwa kondisi kesehatan keempat pasien yang dirawat di RSUD Ciawi menunjukkan perbaikan. Jika tidak ada penurunan kondisi kesehatan, mereka diharapkan dapat dipulangkan keesokan harinya. “Secara motorik, kondisi keempat pasien semakin membaik. Namun, dokter spesialis bedah saraf yang merawat mereka menyatakan bahwa memastikan kondisi benar-benar membaik memerlukan waktu 7 hari sejak pasien masuk rawat inap di RS Ciawi,” ungkap Fusia. “Jika dalam 7 hari tidak ada perburukan dan keluhan semakin berkurang, pasien akan dirawat jalan, artinya bisa dipulangkan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Fusia Meidiawati mengungkapkan perkembangan kondisi sopir truk, Bendi, yang diduga menjadi pemicu kecelakaan di GT Ciawi 2. Menurutnya, Bendi sudah dapat berkomunikasi meskipun masih dalam perawatan. “Hari ini adalah hari ke-6 Bendi dirawat inap di RSUD Ciawi. Secara progres, kondisinya sudah lebih baik daripada sebelumnya. Jika tidak ada keluhan dan kondisinya terus membaik, insya Allah besok akan dilakukan rawat jalan,” kata Fusia kepada wartawan, Senin (10/2/2025).
Fusia menambahkan bahwa diperlukan waktu 7 hari perawatan untuk memastikan kesehatan Bendi. Pihak rumah sakit akan berkoordinasi dengan kepolisian jika kondisi Bendi sudah memungkinkan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Untuk berkomunikasi, dokter spesialis kami menyatakan bahwa Bendi dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh dokter sebagai penanggung jawab pasien,” jelas Fusia.
Kondisi terkini para korban kecelakaan maut di GT Ciawi 2 menunjukkan adanya harapan pemulihan yang baik. Dengan perawatan intensif dan koordinasi yang baik antara rumah sakit dan pihak kepolisian, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lancar. Selain itu, pemeriksaan lebih lanjut terhadap sopir truk Bendi akan dilakukan setelah kondisinya memungkinkan, guna memastikan keadilan dan penegakan hukum terkait insiden tragis ini.