XVG – Aksi massa bertajuk ‘Indonesia Gelap’ yang berlangsung di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, akhirnya berakhir dengan damai setelah tuntutan mereka diterima oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Berdasarkan pantauan detikcom pada Rabu (8/3/2023), massa mulai membubarkan diri sekitar pukul 18.30 WIB setelah melakukan dialog dengan Prasetyo.
Sebelum membubarkan diri, massa aksi bersama Prasetyo Hadi sempat menyanyikan lagu “Darah Juang” sebagai simbol persatuan dan semangat perjuangan. Setelah itu, mobil komando yang memimpin aksi terlihat meninggalkan lokasi, menandakan berakhirnya aksi tersebut.
Tak lama setelah massa membubarkan diri, arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Barat, yang sebelumnya ditutup, mulai dibuka kembali. Kendaraan, baik motor maupun mobil, sudah dapat melintas dengan lancar. Penutupan jalan ini sebelumnya dilakukan sejak siang hari untuk mengakomodasi aksi yang dilakukan oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).
Aksi ini membawa sembilan tuntutan utama yang disampaikan kepada pemerintah, yaitu:
- Kaji Ulang Inpres Nomor 1 Tahun 2025: Massa menuntut agar Instruksi Presiden ini ditinjau kembali untuk memastikan kebijakan yang lebih adil dan transparan.
- Transparansi Status Pembangunan dan Pajak Rakyat: Tuntutan ini menekankan pentingnya keterbukaan informasi mengenai proyek pembangunan dan penggunaan pajak rakyat.
- Evaluasi Besar-Besaran Makan Bergizi Gratis: Massa meminta evaluasi menyeluruh terhadap program makan bergizi gratis untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutannya.
- Tolak Revisi UU Minerba yang Bermasalah: Penolakan terhadap revisi Undang-Undang Mineral dan Batubara yang dianggap merugikan kepentingan rakyat dan lingkungan.
- Tolak Dwifungsi TNI: Massa menolak kembalinya peran ganda TNI dalam urusan sipil yang dianggap mengancam demokrasi.
- Sahkan RUU Perampasan Aset: Desakan agar Rancangan Undang-Undang tentang Perampasan Aset segera disahkan untuk memperkuat pemberantasan korupsi.
- Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Kesehatan Secara Nasional: Tuntutan untuk peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan di seluruh Indonesia.
- Tolak Impunitas dan Tuntaskan HAM Berat: Massa menuntut penuntasan kasus pelanggaran HAM berat dan menolak impunitas bagi pelakunya.
- Tolak Cawe-cawe Jokowi dalam Pemerintahan Prabowo: Penolakan terhadap campur tangan Presiden Jokowi dalam pemerintahan Prabowo yang dianggap mengganggu independensi pemerintahan.
Aksi ‘Indonesia Gelap’ di Patung Kuda menunjukkan kekuatan suara mahasiswa dan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Dengan diterimanya tuntutan oleh Mensesneg Prasetyo Hadi, diharapkan pemerintah dapat menindaklanjuti dan mempertimbangkan aspirasi tersebut demi kemajuan bangsa. Pembubaran aksi yang damai juga menjadi contoh positif bagi aksi-aksi serupa di masa mendatang, di mana dialog dan komunikasi menjadi kunci penyelesaian konflik.