Monumen Nasional (Monas) kembali menjadi daya pikat bagi para pelancong saat libur tahun baru 2025. Pada hari pertama tahun ini, tercatat sebanyak 40.568 jiwa memadati kawasan Monas. Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas, Isa Sanuri, mengungkapkan data tersebut dalam keterangannya pada Rabu (1/1/2025).
Dari total pengunjung, sebanyak 25.732 orang merupakan kalangan dewasa, sementara 14.701 lainnya adalah anak-anak. Data ini dihimpun dari pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB. “Dewasa 25.732 orang, anak-anak 14.701 orang,” jelas Isa Sanuri.
Tidak hanya wisatawan domestik, Monas juga menarik perhatian pengunjung mancanegara. Sebanyak 135 wisatawan asing tercatat mengunjungi Monas pada hari tersebut. “Wisman 135 orang,” tambah Isa.
Salah satu pengunjung, Mumun (44), berbagi pengalamannya saat pertama kali mengunjungi Monas. Ia mengaku penasaran dengan kawasan ikonik ini. “Ini mau tahu Monas (anak) yang kecil. ‘Aku mau tahu Monas, aku mau tahu Monas’ temen-temennya mungkin sudah ya. Pada cerita,” ungkap Mumun di kawasan Monas.
Mumun juga menceritakan pengalamannya di masa lalu ketika tidak bisa masuk ke Monas karena kepadatan pengunjung. Namun, kali ini ia berhasil membawa anaknya masuk ke kawasan Monas. “Pernah tahun baru kan nggak bisa masuk, oh ulang tahun Jakarta cuman lewat, saking penuhnya,” kenangnya.
Monumen Nasional, yang dikenal sebagai simbol perjuangan bangsa Indonesia, terus menjadi daya tarik utama bagi wisatawan lokal maupun internasional. Dengan tingginya jumlah pengunjung, Monas membuktikan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata terpopuler di Jakarta, terutama saat momen liburan seperti tahun baru.
Dengan ribuan pengunjung yang memadati kawasan Monas, destinasi ini tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin merayakan tahun baru di Jakarta. Keberagaman pengunjung, baik dari dalam maupun luar negeri, menunjukkan daya tarik Monas yang tak lekang oleh waktu. Bagi banyak orang, mengunjungi Monas adalah pengalaman yang tak terlupakan, seperti yang dialami oleh Mumun dan anaknya. Monas tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga simbol kebanggaan nasional yang terus menarik perhatian generasi demi generasi.