Pada hari Minggu, 22 Desember 2024, sebanyak 61 tokoh agama dari berbagai penjuru Banten berkumpul di Rumah Makan Apung Pulo Burung. Acara ini merupakan bagian dari upaya sosialisasi proyek Pengembangan Industri Kreatif (PIK) 2 yang dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Pembina Kenadiran Kesultanan H.Tb. Mudakir Hasan Fuad, H. Hashari Hamri, dan H. Muhamad Nurmutaqin. Para tokoh agama yang hadir berasal dari Kabupaten Serang, Tangerang, Pandeglang, Lebak, dan Cilegon.
Dalam kesempatan tersebut, H.Tb. Mudakir Hasan Hamri menyampaikan pentingnya dukungan dari masyarakat Banten, khususnya para tokoh agama, terhadap proyek PIK 2. Proyek ini telah mendapatkan izin resmi dan telah melalui analisis dari tenaga ahli. “Proyek ini berpotensi memberdayakan masyarakat yang menganggur dan memajukan Banten, karena industri yang akan dibangun dapat menyerap ribuan tenaga kerja lokal,” ujarnya.
H. Tb. Mudakir Hasan Fuad menambahkan bahwa proyek ini memiliki niat baik dan telah mendapatkan dukungan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), termasuk Ma’ruf Amin. “Apakah mungkin seorang negarawan dan ulama seperti beliau akan menyesatkan? Tentu tidak,” tegasnya.
Dalam acara tersebut, para tokoh agama diajak untuk melakukan tabayyun atau klarifikasi sebelum menolak proyek ini. “Jangan mudah termakan isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” kata H. Tb. Mudakir Hasan Fuad. Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat. “Abah siap menghadapi segala risiko demi kemajuan Banten yang kita cintai,” tambahnya.
H. Nur Mutaqin, sebagai narasumber tenaga ahli, menjelaskan bahwa proyek PIK 2 merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang akan dibangun di wilayah Pontang, Tirtayasa, dan Tanara. Proyek ini tidak hanya akan menjadi kawasan industri, tetapi juga eco wisata dan pemukiman. “Tidak ada pembebasan lahan, masyarakat yang memiliki lahan pemukiman dapat memanfaatkannya untuk usaha seperti kontrakan,” jelasnya.
Proyek ini diharapkan dapat menyerap ribuan tenaga kerja dan menjadi sumber penghasilan bagi pedagang lokal. Selain itu, akan dibangun tempat eco wisata seperti kebun binatang dan sirkuit Force 1 yang dikelola swasta tanpa menggunakan anggaran negara. “Akan dibangun juga masjid besar yang menjadi ikon nasional, serta peningkatan pendidikan pesantren agar setara dengan sekolah kejuruan,” imbuh H. Muhamad Nur Mutaqin.
Acara silaturahmi dan sosialisasi proyek PIK 2 ini menunjukkan komitmen para tokoh agama dan masyarakat Banten untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan proyek ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Banten.