Kepolisian Republik Indonesia tengah merasakan duka mendalam atas gugurnya salah satu anggotanya, Aipda Kiswanto, yang menjabat sebagai Ps. Kanit Reskrim Polsek Batu Sopang, Paser, Kalimantan Timur. Kiswanto menghembuskan nafas terakhir pada Selasa (17/12) setelah mengalami penganiayaan oleh pelaku penyalahgunaan BBM ilegal yang sedang diusutnya.
Dua pelaku yang terlibat dalam insiden ini, yakni IN dan SA, telah berhasil diamankan. Kapolres Paser, Akbp Novy, mengonfirmasi bahwa kedua pelaku sudah berada dalam tahanan Polres Paser. “Benar, anggota kami sedang melakukan penegakan hukum terhadap dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi, dan saat ini terduga pelaku sudah diamankan,” ujarnya.
Tragedi ini bermula ketika Aipda Kiswanto bersama dua rekannya melakukan patroli dan menemukan sebuah mobil bak terbuka yang dicurigai mengangkut BBM jenis pertalite tanpa izin. Saat pemeriksaan dilakukan, pelaku tiba-tiba marah dan melawan polisi, mengakibatkan Aipda Kiswanto menjadi korban penganiayaan. Ia dipukuli dengan tangan kosong hingga mengalami luka serius di kepala.
Setelah kejadian, Aipda Kiswanto segera dilarikan ke Puskesmas Muara Komam untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, sayangnya, nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia.
Dalam penyelidikan kasus ini, polisi menyita barang bukti berupa mobil bak terbuka dan BBM pertalite sebanyak 15 jerigen. Selain itu, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pelaku IN mengonsumsi 10 butir pil Dextro sebelum melakukan penganiayaan. Obat tersebut diketahui sering disalahgunakan untuk mabuk.
Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya, Aipda Kiswanto mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa menjadi Aiptu Anumerta. Jenazahnya dimakamkan di Desa Trepen, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pada Rabu (18/12).
Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Nanang Avianto, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Aipda Kiswanto. Ia menegaskan bahwa pelaku yang terlibat akan ditindak tegas. “Kami kehilangan seorang anggota terbaik yang gugur saat menjalankan tugas mulia dalam menegakkan hukum dan melindungi kepentingan negara. Kami memastikan bahwa proses hukum terhadap pelaku akan berjalan adil dan tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ungkapnya.
Gugurnya Aipda Kiswanto menjadi pengingat akan risiko dan pengorbanan yang dihadapi oleh para penegak hukum dalam menjalankan tugasnya. Kejadian ini menegaskan pentingnya dukungan dan penghargaan terhadap mereka yang berjuang demi keadilan dan keamanan masyarakat. Semoga pengorbanan Aipda Kiswanto menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus mendukung penegakan hukum yang adil dan tegas.