Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, harus menunda lawatan resminya ke Malaysia yang semula dijadwalkan berlangsung pekan ini. Penundaan ini disebabkan oleh kondisi kesehatan Prabowo yang tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengumumkan penundaan tersebut melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Selasa (23/12).
Dalam unggahannya, Anwar Ibrahim menyatakan bahwa ia dan keluarganya telah berada di Pulau Langkawi untuk menyambut kedatangan sahabatnya, Presiden Prabowo Subianto. Namun, dengan adanya penundaan ini, Anwar menyampaikan doa dan harapannya agar Prabowo segera pulih.
“Mendoakan agar Presiden Prabowo diberi kesembuhan sesegera mungkin sekaligus menyambung rencana pertemuan dua negara,” tulis Anwar dalam unggahannya.
Meskipun kunjungan Prabowo ditunda, Anwar Ibrahim tetap melanjutkan agenda pertemuan lainnya yang berkaitan dengan kepentingan kawasan ASEAN. Pertemuan tersebut juga dijadwalkan berlangsung di Langkawi. “Insya-Allah, pada 26 Disember ini saya juga dijadual menemui mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, untuk agenda ASEAN demi kesejahteraan rantau ini,” tambah Anwar.
Sebelum dijadwalkan berkunjung ke Malaysia, Prabowo baru saja menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 di Kairo, Mesir, pada Kamis (19/12). Lawatan ke Malaysia ini awalnya direncanakan menjadi kunjungan perdana Prabowo ke negara tetangga setelah pelantikannya sebagai Presiden RI.
Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai jadwal kunjungan ulang Prabowo ke Malaysia. Pihak Istana Negara maupun Kementerian Luar Negeri Indonesia belum memberikan keterangan resmi terkait penjadwalan ulang kunjungan tersebut. Para pengamat politik dan hubungan internasional menilai bahwa kunjungan ini penting untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia, serta membahas isu-isu strategis di kawasan ASEAN.
Penundaan kunjungan resmi Presiden Prabowo Subianto ke Malaysia menyoroti pentingnya kesehatan dalam menjalankan tugas kenegaraan. Meskipun demikian, agenda pertemuan ASEAN yang tetap berjalan menunjukkan komitmen kedua negara dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan kawasan. Para pengamat berharap kunjungan ini dapat segera dijadwalkan ulang demi kelancaran hubungan diplomatik antara Indonesia dan Malaysia.