RS Tiara yang berlokasi di Jalan Raya Babelan, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, dilanda kebakaran pada Sabtu (21/12) sekitar pukul 13.00 WIB. Api berkobar selama setengah jam, menciptakan kepanikan di kalangan pasien dan staf medis.
Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, terlihat adegan dramatis saat pasien berlarian keluar gedung. Para tenaga kesehatan (nakes) dengan cekatan memastikan keselamatan pasien, bahkan banyak yang harus dievakuasi bersama kasur mereka. Humas RS Tiara, Rudi, menjelaskan bahwa kebakaran pertama kali terdeteksi melalui pengeras suara. “Kami langsung bergerak karena kami punya tim di setiap lantai,” ungkap Rudi.
Semua pasien dari lantai 1 hingga 5 berhasil dievakuasi dengan selamat, memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. “Pasien yang memerlukan penanganan lebih lanjut alhamdulillah sudah kami rujuk, khususnya untuk pasien anak yang butuh NICU ada 3 orang,” tambah Rudi. Selain itu, empat pasien ibu yang sedang dalam proses persalinan dititipkan sementara di klinik Tiara Bunda.
Api yang berkobar selama 30 menit akhirnya berhasil dipadamkan. “Pukul setengah 3 pasien sudah dievakuasi untuk masuk ke ruangan masing-masing karena kondisi sudah dinyatakan aman,” jelas Rudi. Meski demikian, penyebab kebakaran masih belum diketahui secara pasti, namun diduga api berasal dari ruangan administrasi di lantai 1.
Pihak RS Tiara kini tengah bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menyelidiki penyebab kebakaran. Langkah-langkah pencegahan juga akan ditingkatkan guna memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi situasi darurat di fasilitas kesehatan.
Kebakaran di RS Tiara Bekasi menunjukkan betapa pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi yang baik dalam menangani situasi darurat. Berkat respons cepat dari tim rumah sakit, semua pasien berhasil dievakuasi dengan selamat. Kejadian ini juga menekankan perlunya peningkatan sistem keamanan dan pencegahan kebakaran di fasilitas kesehatan untuk melindungi pasien dan staf. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pihak berwenang dalam situasi darurat.