Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, mengajukan gagasan pengadaan Kereta Rel Listrik (KRL) KAI Commuter ekspres. Langkah ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan para pekerja di Jakarta yang setiap hari harus menempuh perjalanan panjang dari luar kota menuju ibu kota.
Ara menyoroti rute Maja ke Tanah Abang sebagai salah satu jalur potensial untuk kereta ekspres ini. Kereta ekspres yang diusulkan akan beroperasi pada waktu-waktu tertentu dan tidak akan berhenti di setiap stasiun, melainkan langsung menuju tujuan akhir.
“Misalnya, dari Maja ke Tanah Abang ada kereta ekspres yang berangkat setiap pagi pukul 06.00 WIB, dan sore hari antara pukul 18.00 hingga 19.00 WIB,” jelas Ara.
Dengan demikian, perjalanan menjadi lebih efisien dan penumpang dapat tiba di kantor lebih cepat.
Ara mengamati bahwa banyak penumpang KAI Commuter saat ini tinggal di luar Jakarta dan harus melewati banyak pemberhentian stasiun sebelum mencapai tempat kerja mereka.
“Banyak penumpang kereta memiliki rumah kecil di luar Jakarta. Mereka harus berhenti sekitar 10 hingga 12 kali sebelum sampai di Jakarta, padahal jumlah penumpangnya mencapai ribuan,” ungkap Ara.
Oleh karena itu, ia mengusulkan adanya kereta ekspres untuk mengurangi waktu perjalanan.
Menanggapi usulan tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan bahwa KAI akan mengevaluasi ketersediaan gerbong dan berkoordinasi dengan PT Industri Kereta Api (INKA).
“Kita akan melihat apakah gerbong yang tersedia mencukupi atau tidak, dan akan melakukan konsolidasi antara INKA dan PT KAI,” ujar Erick kepada wartawan.
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, yang akrab disapa Tiko, menambahkan bahwa PT INKA saat ini sedang menyelesaikan prototipe KRL yang diharapkan selesai pada bulan Desember.
“Prototipe ini sedang dalam tahap penyelesaian di INKA. Pada bulan Desember nanti, kita akan mengajak ke Madiun untuk melihat hasilnya,” jelas Tiko.
Usulan ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi permasalahan transportasi yang dihadapi oleh para pekerja di Jakarta. Dengan adanya kereta ekspres, diharapkan perjalanan menjadi lebih cepat dan efisien, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kenyamanan para penumpang. Inisiatif ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas transportasi publik di Indonesia.